تصفية بواسطة
تحديث الحالة
الجميعمستمرمكتمل
فرز
الجميعشائعتوصيةمعدلاتتحديث
Cegil, Jangan Berhenti Mengejarku

Cegil, Jangan Berhenti Mengejarku

Emosi Satria jadi naik. "Sudah menghubungi orangnya???" Tanya Dian menarik nafas dalam. Rumah ini seperti penampungan sampah dengan bau yang khas. "Sudah. Tapi nggak aktif. Nggak tahu kemana si Cegil ini!" Sahut Satria keceplosan. "Cegil??" Mata Dian sampai menyipit. "Apa maksudmu Cecilia? Astaga!" Dian mendekati putranya dan meninju lengan Satria hingga terhuyung mundur.
106.3K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 247 مرة ضمن dengarkan herlin pirena tak satupun
قراءة
+مكتبة
TERHALANG RESTU MASA LALU

TERHALANG RESTU MASA LALU

sahut Nadia meledek “Aku mau pesen ini ah” ia menunjukkan tulisan ‘Prime beef rib eye steak’ “Steak doang kamu kan juga sering bikin” Jean balas meledek Nadia menjulurkan lidahnya. “Biarin wlee, inikan beda. Menu Restoran mahal gituuu” “Yaudah kalau gitu aku juga pesen Spaghetti, disini kan beda daripada yang sering kamu bikin di tempat kerja kamu”
4.4K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 127 مرة ضمن dengarkan herlin pirena tak satupun
قراءة
+مكتبة
Sang Petir Terakhir

Sang Petir Terakhir

’ Batin Jai bergejolak. Jai berusaha memikirkan berbagai kemungkinan lain yang bisa menjawab sejuta kebingungannya hingga dia pun mendengar suara teriakan refleks Miria. Kesadaran Jai pun kembali dan segera saja Jai menolek ke kanan. Namun, Miria tidak ada di sana. “Miria?” panggil Jai khawatir.
93.5K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 98 مرة ضمن dengarkan herlin pirena tak satupun
قراءة
+مكتبة
200 Hari Menjerat Pebinor

200 Hari Menjerat Pebinor

Cherry terkekeh melihat bagaimana dengan santainya Jenaro merapikan kembali kemejanya yang kancingnya sudah terbuka beberapa di bagian atas. "Aku bisa melewatkan adegan live menjijikkan kalian jika harus mengetuk pintu terlebih dulu," balas Cherry yang begitu muak melihat kelakuan manusia pendosa di hadapannya ini. “Sayang sekali aku tidak merekamnya. Seharusnya aku melakukan live i*******m pasti akan jauh lebih menarik,” ujar Cherry sembari tersenyum sinisnya.
109.3K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 344 مرة ضمن dengarkan herlin pirena tak satupun
قراءة
+مكتبة
Ditalak 3 Lewat Telepon

Ditalak 3 Lewat Telepon

Mereka pun menunggu lift sampai akhirnya lift itu pun berhenti di lantai dimana mereka menunggu, dalam keadaan kosong. “Alhamdulillah,” desis bu Mira yang merasa lega karena tidak bertemu dengan bu Haliza. “Mama merasa sedang dikejar-kejar paparazzi Atira,” kekehnya. “Ssttt, jangan sebut! Kalau nanti ketemu, kita bilang aja ponakan kita!” ucap pak Syahid yang diangguki oleh mereka semua, terkecuali Fajar.
1036.2K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 1.2K مرة ضمن dengarkan herlin pirena tak satupun
قراءة
+مكتبة
Kuhibahkan Cincin dan Calon Suami pada Sepupuku

Kuhibahkan Cincin dan Calon Suami pada Sepupuku

Sekali lagi ia mencoba menghubungi lelaki yang pernah ia jadikan penutup aib keluarganya, berharap kali ini Damar bermurah hati mengijinkan dirinya berbicara dengan Sahara. Bibir tipis berbalut lipstik dari merk terkenal itu berdecak sebal saat sambungan telepon berakhir tanpa mendapatkan jawaban. "Ah, lebih baik aku keluar cari angin. Pusing juga di rumah terus nggak ngapa-ngapain. Mana si Rendi juga nggak ngasih kabar. Sial amat hidup gue, nggak ada teman kayak gini," gerutu Lila panjang pendek.
19.0K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 627 مرة ضمن dengarkan herlin pirena tak satupun
قراءة
+مكتبة
Dikira Duda Miskin Ternyata Kuadriliuner

Dikira Duda Miskin Ternyata Kuadriliuner

Sedikit mendekatkan mulut ke telinga Elaine, merendahkan nada suaranya. "Kenapa kamu mau ikut?" tanya Gina sedikit kesal. Namun, suara musik DJ yang menggema membuat usahanya sia-sia. Ditambah Elaine yang memang sudah mabuk jadi tidak akan bisa mendengar suaranya dengan jelas. Tidak kehabisan akal, Gina menggoyangkan dengan Elaine berharap sahabatnya itu akan sadar dari rasa mabuk dan mulai mendengarkannya.
1047.6K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 1.0K مرة ضمن dengarkan herlin pirena tak satupun
قراءة
+مكتبة
Hijrah yang Tak Kau Hargai

Hijrah yang Tak Kau Hargai

"Ribet dipakai terus!" Aku kembali menoleh ke arahnya. Dia sebenarnya membicarakan siapa? Sudahlah, aku tak usah pusingkan. Mungkin dia membicarakan hal lain. Aku pura-pura saja tidak tahu. Bila kuladeni, aku takut akan jadi masalah. "Kamu sudah dapat panggilan kerja?" Tanya Mbak Namira. "Belum, Mbak. Masih menunggu interview yang kedua lagi. Kalau dipanggil, kemungkinan saya diterima."
101.8K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 47 مرة ضمن dengarkan herlin pirena tak satupun
قراءة
+مكتبة
Pesona Sang Peri

Pesona Sang Peri

Ia bahkan mengelap wajahnya yang berpeluh dengan sapu tangannya. Para hadirin, Pangeran Barrant, dan Lilija yang melihat hal itu pun heran. Dari tadi, tak henti-hentinya halangan hadir. Mungkin, batin mereka, ini adalah sebuah pertanda. Mereka saling berbisik dengan teman sebelah mereka. “Ada apa?” tanya Lilija kepada Barrant. Pemuda itu hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban. Melihat ekspresi calon suaminya yang ketus, ditambah sikapnya yang tidak responsif membuat Lilija kembali bertanya, “Apa ada yang salah denganku?”
109.1K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 235 مرة ضمن dengarkan herlin pirena tak satupun
قراءة
+مكتبة
SERPIHAN DENDAM MASA LALU

SERPIHAN DENDAM MASA LALU

Tetapi yang pasti saat terjadi tidak ada yang Orlando lakukan selain berteriak. "Rianneee!!"
103.8K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 123 مرة ضمن dengarkan herlin pirena tak satupun
قراءة
+مكتبة
السابق
1
...
5678910
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status