Pesona Sang Peri
Ia bahkan mengelap wajahnya yang berpeluh dengan sapu tangannya.
Para hadirin, Pangeran Barrant, dan Lilija yang melihat hal itu pun heran. Dari tadi, tak henti-hentinya halangan hadir. Mungkin, batin mereka, ini adalah sebuah pertanda. Mereka saling berbisik dengan teman sebelah mereka.
“Ada apa?” tanya Lilija kepada Barrant.
Pemuda itu hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban.
Melihat ekspresi calon suaminya yang ketus, ditambah sikapnya yang tidak responsif membuat Lilija kembali bertanya, “Apa ada yang salah denganku?”
الفصول الرائجة