Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dewi Kultivator Langit

Dewi Kultivator Langit

Xian Ling berdiri di tengah medan yang porak-poranda, napasnya tersengal, sementara matanya menyapu sekeliling dengan penuh kewaspadaan. Ia tidak berhasil mendapatkan informasi mengenai Mahasura Arya, Pendekar Dewa Naga yang diyakini oleh Kitab Nirvana Surgawi mampu menyelamatkan Benua Timur dari kehancuran. Kekecewaan menyelimuti hatinya, seperti kabut tebal yang menutupi pandangannya.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai dewi nur aisyah
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
agneslovely2014
Kalau buku ini lewat beranda kalian, wajib masuk pustaka deh! Ceritanya nagih buat dibaca, memang sebagus itu dan bikin kecanduan baca berjam-jam gak bosan! Thanks Kak Zhu Phi ... ini buku mantap jiwa lah ya.
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Baca Semua Ulasan
Alisya

Alisya

Tumben-tumbennya kak Tasya mengirimi Aiys pesan. Aiys terdiam membaca pesan dari kak Tasya, ternyata kak Tasya selain cantik, pintar, juga sangat baik. Aiys telah mendengar gosip kalau Tasya suka sama Juna, bahkan sedari mereka SMP. Setelah membalas pesan Tasya Aiys membuka pesan-pesan di grupnya. Aiys membaca tanpa niatan membalas. Aiys kembali ke pesan Juna, tujuan Aiys kali ini soal-soal yang dikirim Juna. Aiys buka file soal satu persatu. Aiys lihat dan pahami model soal. Aiys tersenyum, model soal yang Aiys bahas tadi sama dengan yang dikirim Juna.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai dewi nur aisyah
Baca
+Pustaka
The (Un)Completed

The (Un)Completed

Alena. Setelah membalas pesan Ahsan, aku mencari nama Alena di daftar contact. Alena Masayu Primanggraini. Tidak sulit untuk menghubunginya. Aku hanya harus menekan tombol call tapi ternyata sulit untuk melakukan hal semudah itu. Apa yang harus aku ucapkan? Perlukah aku memberitahu alasan aku meninggalkan pesta kemarin malam? Bagaimana aku harus mengucapkan selamat kepadanya?
65.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai dewi nur aisyah
Baca
+Pustaka
Satu atau Semua: Pancaran Tujuh Elemen

Satu atau Semua: Pancaran Tujuh Elemen

Si dewi pengisi acara tampak terperanjat kaget. “Sejak kami yang menjadi tujuh pengawal tertinggi di sini, itu sudah boleh. Lupakan sejarah yang lalu. Mari kita berkenalan… Aku Ray Wish Jenggala. Panggil Ray Wish saja.” Ray Wish mengulurkan tangan kanannya seraya tersenyum lebar. Si dewi pengisi acara menyambut uluran tangan Ray Wish dengan suaranya yang sedikit kaku nan tersendat-sendat, “Aku Irene Calsy Luwin. Biasa dipanggil Irene saja…”
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai dewi nur aisyah
Baca
+Pustaka
Diary Istri CEO

Diary Istri CEO

“Sampai ketemu nanti malam, aku jemput.” Robi mengaitkan tangannya ke pinggang Niken, dan bibirnya mengulum pelan bibir Niken sampai lipstiknya berantakan. “Emmm, sweet…” Ucap Robi sambil mengelap bibirnya. Rahman hanya bisa memandang kelakuan mereka dari balik pilar. Rahman sudah menduga pasti hal itu akan terjadi. Rahman merapikan jasnya dan menuju ke mobilnya. *** Rahman menyelesaikan membaca berkas lamaran Aisyah. Gadis berumur dua puluh dua tahun, lulusan STAIA jurusan Manajemen Islam. Pantas saja penampilan Aisyah berbeda dengan pelamar lainnya.
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai dewi nur aisyah
Baca
+Pustaka
Aku Di Antara Pernikahan Pertama

Aku Di Antara Pernikahan Pertama

Dengan senyum lebar, ia menghampiri Aleya yang hanya diam bersandar di meja dapur. "Hai. Kenalin, aku Aisyah, istrinya Harun." Aisyah mengulurkan tangannya. Selain cantik, aura keibuan Aisyah juga sangat kuat. Cara berpakaiannya sopan namun tetap berkelas. "A-Aleya." Aleya yang gugup, menjabat tangan Aisyah. Andai saja wanita di hadapannya tahu bahwa dia adalah istri kedua suaminya, mungkin bukan lagi uluran tangan yang diberikan melainkan tamparan.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai dewi nur aisyah
Baca
+Pustaka
Kekasih Pilihan Allah

Kekasih Pilihan Allah

Wajahnya terlihat sedikit lusuh akibat terkena pancaran sinar matahari langsung menuju kulitnya. "Dewi, silahkan maju," perintahnya. Gadis kecil itu pun maju sembari tangannya sibuk berhitung. "Benar sekali. Masyaa Allah, Dewi pintar," puji Aisyah padanya. Dia pun semakin bersemangat ketika Aisyah mengatakan bahwa jawabannya benar. "Sekarang siapa lagi yang mau coba. Empat ditambah empat, hasilnya?"
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai dewi nur aisyah
Baca
+Pustaka
Firdaus

Firdaus

Ujarnya sambil menurunkan Suci kembali. Kegiatan hari itu berlangsung seperti biasanya. Diawali dengan berdoa bersama lalu dilanjutkan dengan bacaan secara individu. Hari ini jadwal Firdaus mengajar dengan ditemani oleh salah satu tim pengajar yang mendapat jadwal hari itu juga, seorang remaja sebayanya yang cantik bernama Niken. Entah hanya perasaan Firdaus saja atau memang benar, kalau tidak salah Niken kerap kali mencuri-curi pandang ke arahnya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai dewi nur aisyah
Baca
+Pustaka
Akhir Penantian Sang Calon Pengantin

Akhir Penantian Sang Calon Pengantin

Izah dan Bu Fatma hanya geleng-geleng kepala melihat Bu Dewi yang begitu judes kepada mereka. Nur Azizah, seorang gadis desa yang berusia dua puluh tahun. Gadis yang akrab di sapa Izah itu, merupakan primadona di desanya. Menjadi kembang desa tak membuat Izah memiliki sifat sombong dan angkuh. Sifatnya yang baik hati dan rendah hati yang mewarisi sifat dari ibunya tak akan pernah luntur oleh sang waktu.
3.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai dewi nur aisyah
Baca
+Pustaka
BUKAN MENANTU MISKIN

BUKAN MENANTU MISKIN

jawab Bu Dewi malu-malu. "Loh, terus? Kami kan gak jualan gula, Bu?" "Kalau boleh minta gulanya lah, secangkir. Boleh kan, Aisyah?" Bu Dewi menyenggol lengan Bu Aisyah dengan sikunya. "Boleh, Bu," jawab Bu Aisyah sembari tersenyum. "Aduh, terima kasih loh, Aisyah. Coba dari dulu kita bisa akrab begini, ya?"
5.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai dewi nur aisyah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status