Sentuh Aku Lagi, Sayang!
“Ibu Dara dan Nina, kami sangat menyesal. Kami sebagai dokter sudah berupaya semaksimal mungkin. Mohon maaf, Ibu Marini, ibu Anda berdua, sudah meninggal dunia.”
Lorong rumah sakit yang sebelumnya dipenuhi ketegangan yang terpendam, kini pecah oleh sebuah kenyataan yang lebih pahit dari segalanya. Kata-kata dokter, pelan tetapi cukup membuat jantung Dara terasa berhenti berdetak.
Dunia Dara runtuh dalam sekejap.