Bayangan Dibalik Cermin
Ia membuka kembali buku hitam itu dan membalik halamannya dengan cepat, berharap menemukan jawaban.
Mira menggenggam lengan Andi, suaranya penuh kepanikan. “Andi, kita nggak punya waktu! Lihat itu!”
Dari luar jendela, sosok anak kecil itu berubah. Tubuhnya mulai memanjang, kulitnya merekah, memperlihatkan jaringan berdarah di bawahnya. Matanya menyala putih, sementara giginya yang tajam semakin jelas terlihat. Ia menempelkan wajahnya ke kaca, menatap mereka dengan senyum yang menjijikkan.