My Dearest Cahaya
“Tempat yang kapan lalu kita ketemu itu, makanannya enak kok. Iya kan, Ay?”
Semua mata kini tertaut pada Aya, terutama Yasa yang memandang begitu dingin.
“Yang malam kemarin itu, loh, Ay. Tempatnya juga enak kan? Ada private roomnya juga. Apa sih nama restorannya kemarin itu … emm …” Astro kemudian menjentikkan jari. “Steak Lounge!”
Tubuh Aya serasa lemas mendengar ucapan Astro. Pandanganya kini menatap Yasa dengan horor, penuh rasa bersalah. Sang suami, pasti sudah berpikiran macam-macam tentang dirinya.
Hot Chapters