Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Fantazia

Fantazia

’ Aku menunggu sekitar lima menit, ketika seseorang dari arah belakang memanggilku, “Rhett's bakery?” “Ahh iyaa, ini tuan pesanan anda,” jawabku sambil berbalik dan segera memberikan kotak kue. “Hah... Lihat ini Jurnalis hebat kita sekarang menjadi seorang pengantar kue,” dengan nada mencemooh orang itu berkata padaku. Seketika aku mengangkat kepalaku dan melihat ternyata orang yang memesan kue itu adalah Jasper, ketika melihat wajah nya yang menyebalkan aku memendam amarah.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai dream cafe
Baca
+Pustaka
Fantasy World

Fantasy World

Ucap Venda *** Memegang obor sebagai penerangan kami di bawah malam gelap, kami berjalan menuju tempat Luna. Gedung tempat Luna melihat kami adalah gedung mall 4 lantai yang cukup terkenal di kawasan ini. Perempuan tadi memberi petunjuk, Luna berada di lantai 3 di teras restoran yang ada di lantai itu. Aku sedikit terpikir apa yang perempuan tadi katakan, “Dia menatapmu”
9.87.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai dream cafe
Baca
+Pustaka
 Cinta dalam Bayangan Hutang

Cinta dalam Bayangan Hutang

"Dan aku tidak akan pergi ke mana pun." Saat sore mulai menjelang, Adrian mengajak Ara ke sebuah kafe kecil yang tersembunyi di pojok jalan. Tempat itu tenang, dengan dekorasi sederhana tetapi nyaman. Mereka duduk di sudut ruangan, dikelilingi oleh tanaman hijau dan lilin kecil yang memberikan suasana hangat. "Aku sering datang ke sini saat aku butuh waktu untuk sendiri," kata Adrian, matanya memandang sekeliling kafe dengan penuh nostalgia. "Tempat ini mengingatkanku bahwa kesederhanaan bisa membawa kebahagiaan."
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai dream cafe
Baca
+Pustaka
Cinta dan Impian

Cinta dan Impian

"Kamu tahu kan jika aku tidak ingin hubungan kita diketahui banyak orang. Jadi aku harus memastikan jika cafe tempat kamu bekerja sudah sepi dari teman-teman kamu." "Kenapa? Kamu tidak mau mengakui aku ya?" "Tidak perlu aku menjelaskannya lagi Maya. Kamu sudah tahu kan jawabannya?" "Tapi kan aku tidak mau pacaran secara diam-diam begini." "Ya sudah, kalau begitu aku tidak mau mejemput kamu." "Iya deh, tidak apa-apa kalau begitu. Tapi kamu tetap akan mejemput aku kan?" "Iya, tapi cafe tempat kamu bekerja sudah harus sepi."
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai dream cafe
Baca
+Pustaka
Penjaga Idaman

Penjaga Idaman

Ada juga teh dengan banyak variasi rasa seperti di kedai-kedai kota yang terkenal dan mahal. Mata Shena mengerjap melihat banyaknya tumpukan makanan di meja panjang itu, juga ada beberapa varian kue potong dan roti. “Buseett … lengkap sekali! Rasanya aku ingin mencicipi semuanya,” bisik Shena di belakang Kastara. Jelas dia tidak akan sampai ke telinga Kastara yang tingginya saja hampir dua meter, kurang sepuluh senti saja.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai dream cafe
Baca
+Pustaka
Nightmare

Nightmare

Deja Vu ? Bukan, itu bukan Deja vu, tapi Precognitive Dream. Aku sering mengalami Precognitive Dream. Deja Vu dan Precognitive Dream jelas berbeda, Deja vu hanyalah perasaan seolah-olah kita pernah mengalami suatu peristiwa yang nyatanya baru kita alami. Tapi, Precognitive Dream yaitu salah satu mimpi kita yang menjadi kenyataan, kita ingat pernah memimpikan suatu hal dan tanpa kita duga mimpi itu menjadi kenyataan. Coba bayangkan bagaimana menderitanya aku mengalami hal tersebut.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai dream cafe
Baca
+Pustaka
My Dearest Cahaya

My Dearest Cahaya

“Tempat yang kapan lalu kita ketemu itu, makanannya enak kok. Iya kan, Ay?” Semua mata kini tertaut pada Aya, terutama Yasa yang memandang begitu dingin. “Yang malam kemarin itu, loh, Ay. Tempatnya juga enak kan? Ada private roomnya juga. Apa sih nama restorannya kemarin itu … emm …” Astro kemudian menjentikkan jari. “Steak Lounge!” Tubuh Aya serasa lemas mendengar ucapan Astro. Pandanganya kini menatap Yasa dengan horor, penuh rasa bersalah. Sang suami, pasti sudah berpikiran macam-macam tentang dirinya.
10145.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai dream cafe
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Liz Kusnandar
udh lama baca cerita MDC ini, tp gak d lanjut..b'coz sempet bapeeerrrr gegara gak rela Aya ny d p****** sm Astro... eh tp makin kesini makin penasaran jd pngen ng read lg... Karya mba beb yg satu ini... emang selalu the best pokonya... ter lope lope
Nery Li
good story, tapi kok aku ga mudeng ya disini, bintang suami pertama sinar, tapi kok asa bisa jd kakak aya. trus di imperfect love, anak sinar ada yg perempuan, tapi disini anak sinar hanya aya yg perempuan jelasin donb Thor hehehe
Baca Semua Ulasan
Duka Cita

Duka Cita

“Ayo makan! Aku sudah lapar.” Cita melepas napas pendek. Menatap Japanese Risotto with Seared Salmon di depannya, dengan meneguk ludah. Begitu menggoda, dan membuatnya mendadak lapar. “Kayaknya enak, Mas. Udah lama aku nggak makan beginian.”
9.839.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai dream cafe
Baca
+Pustaka
Sweet Chaos

Sweet Chaos

Dengan ditemani laptop, kopi, dan beberapa cemilan, Sena mampu berdiam diri di sudut café selama berjam-jam. Sama seperti hari ini. Akhir pekan selalu menjadi hari yang terbaik. Sejak pukul sepuluh pagi, Sena sudah duduk manis di HOC Café Peleburan. Padahal café ini baru buka pukul sembilan pagi. Bisa dibilang, Sena adalah pengunjung awal sekaligus pelanggan tetap café ini. Beberapa karyawan di sana bahkan mengenal Sena dengan baik. Mungkin karena keberadaan Sena terlalu mencolok. Sendiri dan berjam-jam.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai dream cafe
Baca
+Pustaka
Melupa Rasa

Melupa Rasa

Ia pun mengangguk. "Baik Bu. Aku juga sekaligus ingin minta maaf secara pribadi pada Amira." *** The Jade Rooftop... Pram dan Amira sedang makan malam berdua di restoran favorit Amira. Keduanya duduk di posisi strategis dengan view langsung menghadap pemandangan kota dari lantai 50. Daripada untuk memulai pertemanan, restoran fine dining ini lebih tepat untuk kencan romantis bagi pasangan.
108.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai dream cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status