Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Biarkan Aku Membantumu Nyonya

Biarkan Aku Membantumu Nyonya

Rasa cemburu itu sudah terlalu jelas. Kafe kecil itu berada di lantai atas sebuah bangunan tua. Rooftop-nya terbuka, hanya diterangi lampu-lampu gantung kuning dan beberapa lilin kecil di meja-meja kayu. Musik akustik pelan mengalun dari speaker kecil. Aurelia sudah duduk di meja pojok, memakai hoodie hitam dan celana jeans, rambutnya tergerai, wajahnya tanpa makeup. Ia terlihat lelah, tapi matanya tajam saat melihat Dava mendekat.
104.0K viewsCompletedAdded to Library 120 Times as dream cafe
Read
+Library
Dompet Tak Terbatas

Dompet Tak Terbatas

Mereka terus berpindah-pindah: mencoba taiyaki isi custard, mampir ke toko kecil di Harajuku yang terkenal dengan parfait matcha lengkap dengan pangsit nasi manis, jeli, dan es krim lembut. Di suatu titik, Dimas menatap dorayaki yang tampak seperti sandwich pancake. “Aku merasa pernah lihat ini di anime. Bukannya ini makanan favorit Doraemon?” Yaho mengangguk. “Benar.” Dimas menggigitnya lalu menghela napas puas. “Di anime saja sudah terlihat enak. Aslinya jauh lebih enak.” Sore harinya, mereka berakhir di kedai teh kecil yang menjual sakura mochi berwarna merah muda dan dibungkus daun sakura asin. Dimas tampak ragu.
4.0K viewsCompletedAdded to Library 132 Times as dream cafe
Read
+Library
Sweet Dreams

Sweet Dreams

Rasanya ada sesuatu yang menari-nari di otaknya, tapi Citra tidak bisa mengetahui itu dengan jelas. "Citra, kau kenapa?" tanya Elle menjadi panik. "Kepalaku sakit sekali, aku tidak tahan," keluh Citra. "Lalu apa yang harus aku lakukan, Citra?" Elle bangun dan kebingungan. "Pang … gil mamaku, tolong …." Bersamaan dengan itu, Citra akhirnya pingsan. 17 menit kemudian. "Bagaimana ini bisa terjadi pada, Citra. Apa yang kalian lakukan di taman, Elle?" Bibi Meyli berteriak.
9.889.8K viewsCompletedAdded to Library 3.2K Times as dream cafe
Read
+Library
Sweet Coffee

Sweet Coffee

Aku berjalan mendahului Henry namun dia dengan cepat mengikutiku dan berdiri di sampingku. “Mau pesan Takoyaki? Rekomendasi hari ini Takoyaki cumi-cumi dan keju. Anda mau mencobanya?” salah seorang asisten penjual menghampiriku dengan penuh ramah-tamah. Aku mengangguk menyetujui rekomendasi tersebut, “boleh. Untuk satu orang.” Asisten penjual tersebut tersenyum, “anda memiliki kupon?”
3.0K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as dream cafe
Read
+Library
Dream On

Dream On

Nadra berjalan kembali ke kelasnya, mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan mengambil TOA (alat pengeras suara) dari ruang guru. Dia kembali ke tengah lapangan, dengan pengeras suara dia memanggil Chandra. “Halo wibu nolep!!! Keluarlah dan lihat ini!!!” katanya sambil membentangkan sebuah poster berukuran setengah meter dan panjang lebih dari satu meter. Poster itu bergambar seorang perempuan berambut pink dari anime berjudul Gundam Seed bernama Lacus yang sedang populer di kalangan pencinta anime. “Lihat ini, ini adalah waifu mu,” kata si koboy sambil mengawasi setiap jendela dan sudut sekolah.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as dream cafe
Read
+Library
Istri Dingin Sang Presdir

Istri Dingin Sang Presdir

Gadis ini benar-benar membuatnya cemas. “Kamu mau datang? Aku ada di ruang Dream Rain, restoran Amorous Whispers. Namanya saja sudah terdengar sangat melankolis, bukan?” kata Serena. “Restoran Barat yang romantis seperti ini seharusnya jadi tempat kencan pasangan, tapi malah kupakai sendiri dan kurusak suasananya.”
1014.9K viewsOngoingAdded to Library 566 Times as dream cafe
Read
+Library
Twins D

Twins D

) memasuki sebuah cafe yang sangat khas dengan nuansa Doraemon, dari dinding yang bercat biru, bercorak Doraemon, pintu, kursi, meja, hampir semua benda di cafe itu berwarna biru dan putih. Mereka memilih duduk di meja paling pojok yang terbuka menghadap ke luar dengan pemandangan aneka pepohonan kerdil yang sangat lucu. Taman di cafe itu didesain khas Jepang. Tanpa AC, yang ada hanya angin semilir yang menerbangkan helai-helai rambut nakal cewek-cewek yang memilih duduk dipinggiran. Tak lama pelayan datang menanyakan pesanan mereka. Dengan cepat mereka menyebutkan pesanan masing-masing karena memang sudah merencanakannya sebelum datang ke cafe.
9.934.7K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as dream cafe
Read
+Library
Dosa dalam Cinta

Dosa dalam Cinta

Cahaya rembulan yang menerobos celah awan tipis memantul samar di wajahnya yang basah oleh keringat dan air mata, menciptakan bayangan-bayangan di sekitar matanya yang cekung, mencatat setiap luka yang tak terucap. Di depannya, api kecil menyala, bara merah yang berdesir pelan, dikelilingi oleh dedaunan kering, sesaji bunga melati yang sudah mulai layu, dan selembar kain putih yang terbentang, di atasnya terletak liontin perak retak yang dulu milik Citra. Asap dupa naik perlahan, membentuk pusaran yang samar, bercampur dengan kabut malam yang menggulung, menciptakan pemandangan yang nyaris seperti mimpi buruk yang terlalu nyata.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as dream cafe
Read
+Library
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Tidak ada siapapun, suara alat pemanas terdengar begitu pelan hingga menjadi temannya dalam semu. Reviline Smith yakin, matanya akan tetap terjaga sampai pagi tiba. — "Satu ducff coffe dengan cheese cake." Irene terlihat mengenakan longcoat bermotif kotak-kotak itu sedang berada di cafe yang terletak tidak jauh dari jalanan ruangnya.
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as dream cafe
Read
+Library
Sisa Rasa

Sisa Rasa

tanya Selin memecah keheningan itu. “Aku sudah booking tempat di kafe dekat sini,” kata Rendra akhirnya, suaranya datar. “Oh, baik,” jawab Selin cepat, hampir seperti refleks. Mereka tiba di kafe kecil yang tersembunyi di sebuah gang. Bangunannya bergaya vintage, lampu kuning hangat, hampir sepi. Rendra memarkir mobil, lalu turun lebih dulu. Kali ini ia tidak membukakan pintu untuk Selin.
10832 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as dream cafe
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status