Sisa Rasa
tanya Selin memecah keheningan itu.
“Aku sudah booking tempat di kafe dekat sini,” kata Rendra akhirnya, suaranya datar.
“Oh, baik,” jawab Selin cepat, hampir seperti refleks.
Mereka tiba di kafe kecil yang tersembunyi di sebuah gang. Bangunannya bergaya vintage, lampu kuning hangat, hampir sepi. Rendra memarkir mobil, lalu turun lebih dulu. Kali ini ia tidak membukakan pintu untuk Selin.