ENAK, PAK DOSEN!
“Ya sudah, jangan bahas itu lagi. Apa kita akan santap malam sekarang? Kurasa ... anak buahmu sudah cukup ‘lapar’. Atau justru, mereka sudah berpesta lebih dulu? Ck, ck.”
Damar tidak menjawab. Ia kemudian mengajak Alex dan Jimmy ke mobil. Setelah masuk ke dalam kendaraan mewah itu, ia hanya menatap jalanan dengan intuisi tajam yang memberitahunya bahwa malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang dan berdarah.
Gestur tubuhnya yang tegak dan kaku menunjukkan otoritas mutlak yang tak terbantahkan.
Enam jam perjalanan ditempuh dalam keheningan yang mencekam, hingga mobil hitam itu berhenti tepat pukul 1 malam—di depan sebuah bangunan terpencil yang tampak seperti gudang mati.
Bab Populer