Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dua Tuan Tampan

Dua Tuan Tampan

Aroma kopi yang baru diseduh memenuhi udara, bercampur dengan bisikan percakapan dari meja-meja lain. "Bagaimana perasaan Anda tentang pertemuan dengan Bima kemarin, Raina?" tanya Arjuna, menatap Raina di sebalik cangkir kopi. Raina sedikit terkejut dengan pertanyaan itu. Ia tidak menyangka Arjuna akan membahasnya secara langsung. "Saya... saya senang melihat kalian berdua bisa bicara, Bapak," jawab Raina jujur. "Saya tahu itu tidak mudah."
10869 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai dua kopi
Baca
+Pustaka
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

Lalu, “Mbak Hagia mau kopi?” Hagia mendongak dan mengerjap beberapa kali. “Hah?” “Saya tadi beli dua.” Moreno mengangkat salah satu gelas kopi yang masih berada di tangannya. “Buy one get one free. Sayang kalau nggak diminum.” “Tapi saya—” “Ini coffee latte.” Moreno menyela pelan sambil mengulurkan gelas tersebut. Dan Hagia masih saja tertegun. “Mbak Hagia suka coffee latte, kan?”
1014.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai dua kopi
Baca
+Pustaka
Terikat Obsesi Sang Billionaire

Terikat Obsesi Sang Billionaire

"Saya Sophie. Ada yang bisa saya bantu untuk Anda secara... spesial?" Dante sama sekali tidak berniat melirik ke arah Sophie. Matanya tetap tertuju pada menu, namun ia bisa merasakan suhu di meja itu mendadak naik. Istrinya memperhatikan bagaimana jari-jari Sophie dengan sengaja menyentuh lengannya saat menunjuk daftar kopi. "Dua Double Espresso dan satu coklat panas," jawab Dante datar, suaranya sedingin es.
312 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai dua kopi
Baca
+Pustaka
Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Pintu diketuk dengan sopan. "Masuk," kata Richard. Daniel masuk dengan nampan berisi dua cangkir kopi hitam yang masih berasap—aroma kopi yang kuat dan menenangkan langsung memenuhi ruangan. Ia meletakkan cangkir itu di meja kecil di antara Kael dan Richard dengan hati-hati, lalu mundur dengan sopan. "Kopi Anda, Pak." Richard mengangguk, lalu menatap Daniel dengan tatapan serius.
1080.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai dua kopi
Baca
+Pustaka
Beda Usia, Beda Usaha

Beda Usia, Beda Usaha

“Aku kayaknya ada…” “Apa aja yang ada.” “Mau diet coke atau americano?” “Americano.” Dinda kemudian berjalan menghampiriku dengan membawa dua botol kaca berisi kopi hitam di kedua tangannya. Kemudian aku menerima salah satu botol kopi tersebut. “Thanks.” Kataku yang dijawab anggukan oleh Dinda.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai dua kopi
Baca
+Pustaka
Mistress: Dendam Wanita Simpanan

Mistress: Dendam Wanita Simpanan

Hal pertama yang Bima lihat memang sepiring mie goreng yang baru dimakan sedikit. Namun rupanya mata Bima cukup jeli. Dia melihat ada dua canngkir di atas island table. Satu berisi kopi, satunya lagi entah apa. Yang jelas menurut Bima itu bukan kopi. “Kok cangkir kopinya ada dua?” “Oh, ini?” Erika mengangkat cangkirnya sendiri dengan santainya. “Aku sedang ingin minum dua gelas kopi karena semalam begadang.”
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai dua kopi
Baca
+Pustaka
Terjebak Sandiwara Bos Besar

Terjebak Sandiwara Bos Besar

Aku perlu distraksi… ‘ Lamunan Lita buyar begitu pintu mobil dibuka. Ardan datang lalu menyodorkan dua gelas kemasan kopi dengan rasa yang berbeda. Rasa kantuknya hilang dan berganti dengan rasa penasaran yang memenuhi pikirannya. Tatapan mata Lita memandangi dua kopi di tangannya dalam waktu lama. “Ardan…” “Ya?” “Dari semua jenis kopi, kenapa kamu membeli yang ini?”
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai dua kopi
Baca
+Pustaka
RADINKA

RADINKA

lanjut Dinka. "Lo kan tahu setiap minum kopi, gue minum dua gelas. Jadi total empat kali gue minum kopi," ucap Jayden menatap Dinka. "Lo minum kopi sebanyak itu? Lo gak mikirin kesehatan lo hah? Kapan terakhir kali lo makan?" tanya Dinka bertubi-tubi sambil menatap tajam Jayden yang ikut duduk di sampingnya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai dua kopi
Baca
+Pustaka
5D

5D

Dia adalah orang pertama yang mengenal Dira sebelum David. Dengan segala perbedaan latar belakang mereka ada satu hal yang membuat mereka menyatu dan tak terpisahkan, dan itu adalah kopi. Mereka bahkan mengibaratkan bahwa persahabatan mereka adalah kopi. “Kopi itu seperti kebersamaan, selalu mampu merangkul perbedaan." Pada tiap kamar mereka ada foto mereka berlima dengan kutipan itu. Dayyan (Latte), Dira (Caramel Coffee), Dion (Espresso), David (Hazelnut Coffee), dan Dimas (Cappucino).
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai dua kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status