Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku
Dia memajukan tubuh semakin dekat denganku, lalu berkata dengan pelan.
"Mau kopi apa? Kopi susu, kopi late, moccacino, cappucino, atau ... kopi cinta?"
Aku memajukan tubuh, mendekatkan diri pada wajah Soni yang berada beberapa senti di depan wajahku.
Kedua tangan kulipat di meja, lalu berucap dengan suara yang berbisik. "Kopi Dangdut."
Soni tertawa lepas membuat kedua temannya yang ada di meja lain bersorak menggoda. Aku hanya mengulum senyum, merasa malu karena jadi perhatian.