Duka Cita
“Dan biarkan itu jadi urusan Pandu. Mama pergi sebentar. Tunggu di sini dan jangan ke mana-mana.”
~~~
“Cita!”
“Mas Arya!” Cita yang tengah terduduk lesu, seketika membelalakkan bola matanya. “Masih di sini?”
“Sudah kubilang, aku ngga bawa dompet, nggak bawa hape.” Arya menahan diri, agar tetap berada di sudut ranjang. Jangan sampai, gadis itu mendadak histeris dan mereka akan kembali menjadi pusat perhatian. Terlebih, saat ini ibu mertua Cita juga ada di rumah sakit yang sama. “Punya cash, nggak? Aku pinjam dulu. 100, atau 200 ribu.”
Hot Chapters