Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

Selang beberapa menit, Ardian merasakan pusing akibat terlalu berlebihan mengkonsumsi minuman beralkohol. Duda berusia lebih dari kepala tiga itu sangat merasa haus. Sehingga ia tidak sengaja mengambil gelas berisi air tawar yang ditaruh di atas meja belajar milik Siska, putri kesayangannya. Tanpa berpikir lama, Ardian segera meminumnya sampai tandas.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai duk duk
Baca
+Pustaka
MAS DUDAKU MISKIN

MAS DUDAKU MISKIN

lanjutnya. "Iya Pak. Kenalan mama saya." Hening kembali. Lendra merasa sedikit lega karena jawaban Sienna. Duda beranak dua itu menyusun kalimat yang tepat untuk mengungkapkan isi hatinya yang ingin mengajak Sienna serius. Tapi Lendra merasa berkecil hati mengingat statusnya sebagai seorang duda.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai duk duk
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Dan biarkan itu jadi urusan Pandu. Mama pergi sebentar. Tunggu di sini dan jangan ke mana-mana.” ~~~ “Cita!” “Mas Arya!” Cita yang tengah terduduk lesu, seketika membelalakkan bola matanya. “Masih di sini?” “Sudah kubilang, aku ngga bawa dompet, nggak bawa hape.” Arya menahan diri, agar tetap berada di sudut ranjang. Jangan sampai, gadis itu mendadak histeris dan mereka akan kembali menjadi pusat perhatian. Terlebih, saat ini ibu mertua Cita juga ada di rumah sakit yang sama. “Punya cash, nggak? Aku pinjam dulu. 100, atau 200 ribu.”
9.839.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 869 kali sebagai duk duk
Baca
+Pustaka
Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku

Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku

Kelopak mata sang Duke yang tadinya terbuka lebar mulai meredup, hingga akhirnya tertutup rapat. Kepalanya yang terasa berat terkulai lemas, jatuh tepat di ceruk leher Sienna dengan embusan napas hangat yang berbau anggur merah pekat. Tubuh kekar itu ambruk sepenuhnya, menyandarkan seluruh bebannya pada sosok Sienna yang jauh lebih mungil. “Tuan?” bisik Sienna, tangannya gemetar saat mencoba menopang bahu pria itu. “Tuan Duke? Anda mendengarku?”
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai duk duk
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Ratu Irene: Pembalasan Dendam Istri Tertindas

Kebangkitan Ratu Irene: Pembalasan Dendam Istri Tertindas

Luke Cashel Van Inggrid, seorang Duke muda yang memimpin wilayah paling Utara Eldoria, berbatasan langsung dengan kerajaan tetangga. Ia tak menyangkal ucapan Sion, pemuda itu memang sangat tampan. Mata tajam dengan netra hitam, alis hitam tebal, wajah yang terpahat sempurna, dengan tubuh tinggi dan lumayan kekar. Sayangnya Duke Inggrid memiliki sifat dingin, tertutup serta mulut yang tajam. Setiap kata kata singkat yang keluar mampu membuat lawan bicaranya tak berkutik.
1.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai duk duk
Baca
+Pustaka
Duda Pilihan Mama

Duda Pilihan Mama

Perempuan itu berlari mendekat, nekat melawan rasa takutnya. “Mbak Desty ... lari! Jangan dekat-dekat!” seru Andara sambil terisak. Namun, Desty mengabaikan seruan Andara. Dia terus berlari ke arah Dirga. Melihat itu, Dirga mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya. Sebuah senjata apai kecil berwarna hitam mengkilat. “Jangan ikut campur! Kalau kamu tak mau celaka, mundur!” ancam Dirga dingin, matanya menatap tajam.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai duk duk
Baca
+Pustaka
The Ruthless Love Pujaan Hati Sang Duke

The Ruthless Love Pujaan Hati Sang Duke

Maaf atas ketidaknyamanan pembaca The Ruthless Love Novel ini sudah dipindah ke N*******n Yuk bantu ramaikan di sana. sampai jumpa.... Terima kasih Sedang Revisi A Historical Romance Inggris, 1750 21+ (harap bijak dalam memilih bacaan)
9.53.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai duk duk
Baca
+Pustaka
Duda itu Suamiku

Duda itu Suamiku

Lalu mengambil keranjang dari tangan papa Bea, dan mengeluarkan semua wadahnya. "Yummy … Boo cuka kue," teriak Bea girang, melihat black forest tersedia di hadapannya. Bocah kecil itu bertepuk tangan dengan riang. "Jangan banyak-banyak, Boo," peringat papa Bea, sambil mengusap bahu anaknya. "Api, Papa," keluh Bea cemberut. "Jangan banyak-banyak, itu bisa merusak gigimu," kata Papa Bea tegas.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai duk duk
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

panggil seseorang. Ameera yang sejak tadi tengah menekuri tanah seraya memainkan batu-batu kerikil di ujung kakinya, seketika mendongak. Ia mendapati Bude Darmi berada tak jauh darinya. “Bude.” Bude Darmi meraih satu bahu si gadis kota. “Maafin Bude, ya, Nduk!” ucap Bude penuh sesal.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai duk duk
Baca
+Pustaka
The Curse Of A Vampire Prince

The Curse Of A Vampire Prince

Di ambilnya sebuah kunci berlambang ducaty. “Ini tuan.” Druf melihat kunci yang baru di terimanya dari tangan Brian. “Bukannya ini Ducaty 1098S.” Ucapnya. “Benar tuan.” Brian membenarkan. Motor balap itu sering ia bawa untuk pamer di depan gadis-gadis. Druf mendengus. “Apa tidak terlalu mencolok untu aku pakai. Apa tidak ada sepeda yang lebih jelek lagi?” Tanya Druf.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai duk duk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status