Rasa
Ia diam merenung, seperti ada hal yang tak berhenti berlalu lalang di pikirannya.
“Ini pikiran Kyra kenapa sih? Gak bisa diajak kompromi, dah capek Kyra mau tidur ya Allah,” gumam Kyra dalam hati, ia tak henti hentinya merubah posisi tidur karena kurang nyaman dan pikirannya yang terlalu berisik.
“Kok jadi kepikiran kak Abian, astaghfirullah.” Kyra mengusap wajahnya dengan kedua tangan yang halus, ia mencoba menolak pikiran pikiran aneh di kepalanya.
Hot Chapters