Aku Tak Mau DiMadu
"Kamu benar-benar pria yang luar biasa. Aku bersyukur Naya bertemu denganmu, kamu akan menjadi malaikat penolongnya, San."
Sandi mengangguk sambil tersenyum. "Nggak perlu berlebihan, Bu. Saya hanyalah manusia biasa. Sekarang izinkan saya pergi, ini sudah malam. Assalamualaikum."
"Walaupun salam. Hati-hati, ya, San!" sahut Bunda Noni. Dia langsung melambaikan tangannya saat pria itu melangkah pergi.
Dan saat Sandi sudah benar-benar menghilang dari pandangannya, Bunda Noni merasakan kehangatan di dadanya. Dia menghela napas lega, merasakan kelegaan yang luar biasa.