Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Sang Penjaga Narasi Adalah Sena, seorang gadis muda keturunan dari keluarga Nara di Long Beluah, yang bertugas menjaga monumen tersebut. Sena memiliki kemampuan unik; ia bisa membaca "jejak emosi" pada benda-benda tua. Suatu hari, saat sedang membersihkan meja monumen, ia merasakan getaran yang sangat kuat.
965 viewsOngoingAdded to Library 35 Times as filosofi senja
Read
+Library
Kesayangan Janda Dan Gadis Desa

Kesayangan Janda Dan Gadis Desa

Ia menghela napas panjang lalu tertawa kecil, menggeleng-gelengkan kepalanya. ​"Kamu ini... jawabanmu benar-benar perpaduan antara sains mutakhir dan filsafat jiwa yang dalam," pukas Dokter Vera seraya meraih sendoknya. "Pantas saja Pak Menteri dan para utusan begitu mengagung-agungkan nama Sena dari desa. Kamu memang luar biasa."
2.8K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as filosofi senja
Read
+Library
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Nama-nama lama akan dimunculkan, dosa-dosa lama akan diberi catatan kaki yang rapi. Arjuna pun tidak membantu. Dia pulang dengan aura yang sangat berat setelah mengajar kelas keduanya. Dia membawa pulang pertanyaan-pertanyaan filosofis dari mahasiswanya yang seolah menampar wajah kami setiap kali kami mencoba menutup mata. "Aku merasa seperti sedang berjalan di atas tali tipis, Juna," bisikku, hampir tidak terdengar oleh siapa pun kecuali diriku sendiri.
9.472.7K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as filosofi senja
Read
+Library
Dalam Dekap Hangat Pak Profesor

Dalam Dekap Hangat Pak Profesor

Di luar, Jakarta sudah terlelap, namun di dalam penthouse mewah itu, Sasha masih berperang dengan tumpukan buku diktat dan catatan yang berserakan di meja kopi. Besok adalah ujian tengah semester Filsafat Moral, mata kuliah yang diampu oleh William. Dan ironisnya, tinggal serumah dengan sang dosen tidak membuat materi itu lebih mudah masuk ke otak Sasha. Justru, keberadaan William yang sedang duduk santai di sofa seberang sambil membaca jurnal asing membuat konsentrasi Sasha buyar. "Argh..." Sasha mengerang frustrasi, membenamkan wajahnya ke bantal sofa. "Kenapa Jeremy Bentham harus menciptakan Hedonistic Calculus yang serumit ini?"
9.421.9K viewsCompletedAdded to Library 722 Times as filosofi senja
Read
+Library
Dekapan Hangat Om Dokter

Dekapan Hangat Om Dokter

Ia menoleh saat Kenzo menyikut lengannya pelan, seperti sedang memberikan kode. “Kenapa? Kenzo menyeringai. “Siapa?” Tatapan Arsen dan Senja bertemu beberapa detik, pria itu terlihat gugup[, tetapi masih tetap datar. “Senja. Anak sahabat Om yang sekarang ini ada di Kanada.” Kenzo manggut-manggut, ia lalu tersenyum seraya mengulurkan tangan. “Kenzo Adipati Satria.”
101.0K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as filosofi senja
Read
+Library
Jasad di Kala Senja

Jasad di Kala Senja

Meski dia juga merupakan psikiater yang bekerja di rumah sakit dia pasti mengalami saat-saat stres dalam hidupnya. “Dion!” teriak seorang wanita di balik pintu. “Iya. Ada apa bibi.” “Cepat kemari dan bantu membereskan dapur.” “Iya.” Rupanya orang itu adalah bibinya yang bernama Sena. Dia menderita OCD sehingga tidak tahan dengan sampah yang hanya sedikit. Dion kemudian beranjak dari sofa dan langsung menuju ke dapur. Di sana bibinya menyuruhnya untuk membersihkan semuanya dan tidak boleh ada satu pun debu yang menempel. Dengan suka rela Dion melakukan pekerjaannya itu. tidak lama kemudian, dia sudah membereskan semuanya dan sekarang terlihat sangat bersih. Memang sebelumnya juga sudah cukup
5.2K viewsCompletedAdded to Library 129 Times as filosofi senja
Read
+Library
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Seberang sana terdiam selama beberapa detik, lalu menjawab dengan suara rendah, "Kalau itu aku nggak bisa janji, soalnya mungkin aja aku yang mati duluan sebelum kamu." "Kenapa?" Orang ini bicara aneh sekali, mana mungkin dia mati mendahuluiku. "Penyakit jantung, aku cuma bertahan hidup hari demi hari saja." Nada bicara pria itu terdengar santai, seolah dia adalah seorang buronan yang sudah pasrah. Aku menghela napas. "Kalau gitu kamu harus bertahan hidup beberapa hari lagi ya, sampai nanti aku sudah nggak kuat, aku bakal donorin jantungku buat kamu."
12.6K viewsCompletedAdded to Library 503 Times as filosofi senja
Read
+Library
Merajut Asa

Merajut Asa

Haru memenuhi ruang hatinya. Diletakkannya kembali buku berwarna hijau tersebut dan bergeser ke lemari sebelah kanan. Buah pikiran Kierkegaard, Nietzsche, Sartre, Dostoevsky, Heidegger, Merleau-Ponty, dan tokoh lain dari berbagai aliran filsafat meramaikan jajaran bukunya. Sebuah lengkungan tercipta di bibir Jovita, teringat kesan pertamanya saat bertemu Joseph. Pria itu lebih mirip pemain band dibanding pecinta buku-buku filsafat berat seperti ini.
1062.5K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as filosofi senja
Show Reviews (64)
Read
+Library
The Room Hijab
Salah satu novel terbaik yg ak baca di GN, susunan kalimatnya sangat apik dan detail dan mudah dimengerti jika diresapi dalam2 sangat menyentuh hati dan terbawa emosi. Sukses selalu buat authornya ditunggu karya selanjutnya yaa ka...
kyara
cerita yg bagus, banyak memberikan edukasi terutama korban kdrt agar berani speak up dan ilmu psikologi mengatasi tekanan dlm diri sendiri..semoga author slalu bs menghasilkan cerita yg " berisi" namun tetep santai penyajian nya.. tq thor, ditunggu karya selanjutnya
Read All Reviews
Senja yang Ternoda

Senja yang Ternoda

tegas Tiara. Nanta pun tak berkata lagi. Percuma menyadarkan seseorang yang sedang kasmaran. Dia berdiri memandang mentari yang sebentar lagi akan benar benar meninggalkan hari. 'Senja memang indah, seindah orang yang menyukainya' batin Nanta. Saat matahari benar-benar telah tenggelam, Nanta dan Tiara pulang. Sepanjang perjalanan mereka tak saling bicara, hanya bunyi langkah kaki yang menemani.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as filosofi senja
Read
+Library
Seruni Senja

Seruni Senja

Tanya Ira “Kenapa kau Tanya begitu, jika aku bersamamu aku selalu merasa senang dan nyaman, apakah cinta memiliki alas an?” Jawab Navi “Tidak hanya saja aku menyadari sesuatu, kau ini anak yang pintar dan juga punya segalanya, sedangkan aku orang yang sangat bodoh dan tidak punya apa-apa, apa tidak kamu pikir sekali lagi jika ingin bersamaku?” Kata Ira “Sudahlah kita jalani dulu saja seperti ini jangan pikirkan hal yang lainnya, aku tidak pernah memandang dari hal seperti itu,” jawab Navi
106.8K viewsOngoingAdded to Library 239 Times as filosofi senja
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status