Jangan Dikeluarin Dulu, Dok!
Hanya dengan melihat kedua benda sebesar semangka itu, batang kejantanan Naufal pun sudah terasa tegang dan sesak di dalam celana.
"Oh, payudara kamu sangat besar, indah sekali, Nayla," racau Naufal, matanya sudah sayu dan berkabut, sedangkan tangannya juga tak berhenti mengobok-obok milik Nayla.
“Dokter, ahhh! Ini … ini bagian dari bantuan yang kamu katakan tadi?” Nayla meremas-remas rambut Naufal.
"Iya. Aku akan buat kamu merasa keenakan,” sahut Naufal, dan segera menghisap kedua put*ng susu Nayla yang imut nan merah muda.
Hot Chapters