Bayang Pedang Cahaya Bulan
Tebasan itu melewati wajahnya dengan selisih dua jari, dua jari yang bisa dengan mudah menjadi nol jika Duan Wuya menginginkannya.
Namun yang menyentuhnya bukan pedang, melainkan angin. Angin yang mengikuti tebasan itu, angin yang terbelah oleh mata pedang dan kini bergerak dengan kecepatan yang salah, dengan tekanan yang salah, dengan arah yang salah. Angin memotong pipi Lan Feiyan, tipis, tidak dalam, hanya garis merah yang muncul di kulitnya seperti senyuman yang salah tempat.