Rindu yang Lupa
suara itu menjelegar, merontokkan terang, gelap seketika menyelimuti langit beriringan dengan adzan maghrib.
Tetangga sedang berkasak-kusuk mengenai nasib lelaki tua yang kehilangan ingatan tersebab perasaannya hancur dikeping-kepingkan waktu. Lugunya mereka menghilang dari kerumunan gosip senja, mereka menutup pintu rumah rapat-rapat, tak berkenan angin sore menyibak kedamaian pikir mereka, semuanya kompak bersembunyi di balik rumah, namun mengintip keadaan luar melalui jendela, kecuali tiga orang; lelaki berlumur darah, lelaki tua malang itu dan seorang ibu setengah renta yang berlari tergopoh-gopoh menuju tempat mengaji.
Hot Chapters