Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Semalam Bersama Tuan Presdir

Semalam Bersama Tuan Presdir

tanya lelaki itu sambil mengeluarkan beberapa contoh di display pulpen. "Kalau Nyonya menulis dan ingin hasil yang tebal, maka pilihlah produk dengan ujung pulpen yang berukuran 0.7 mm ke atas. Biasanya ada yang menjual ukuran 0.8 mm, 1.0 mm, dan 1.2 mm. Sedangkan, untuk kegiatan menulis sehari-hari, membuat garis, membubuhkan tanda tangan akan lebih baik kalau menggunakan pulpen dengan ujungnya yang berukuran 0.5 mm atau 0.7 mm. Namun, hal tersebut tentunya bergantung pada selera masing-masing," sambungnya.
1049.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai format penulisan
Baca
+Pustaka
Kawin Culik Sang Jenius

Kawin Culik Sang Jenius

Jayden kemudian menarik keluar kertas itu dari dalam mapnya dan mulai melingkari setiap kesalahan penulisan di dalamnya dengan tinta merahnya. “Surat perceraian…” Katanya kemudian sebelum akhirnya ia melanjutkan. “Harusnya kau menulisnya dengan rata tengah, dan bukan ada dipinggir. Apa kau yakin sudah belajar menulis dengan baik?” Jayden kemudian mulai menurunkan pandangannya dan menguliti surat itu satu persatu. “Huruf capital, pelajari penggunaannya! Cih!” Ejeknya dengan sinis sebelum ia menambahkan kembali. “Ckck… Apa ini? ‘saya sebagai pihul utama’?”
1012.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai format penulisan
Baca
+Pustaka
Dinikahi Dosen

Dinikahi Dosen

titahhnya. Amel menghirup nafas lagi. Merasa kesal sebenarnya untuk apa ia disuruh menjelaskan tata cara penulisan catatan kaki, seperti amatir saja. Amel sudah sangat paham dan ia yakin audiens juga tidak perlu mendengarkan penjelasan darinya. "Footnote ditulis dengan cara, diawal adalah nama, jika satu orang sampai dua orang, tetap ditulis, namun tanpa gelar. Jika lebih dari tiga orang, tidak dituliskan semuanya, tapi hanya ditulis dkk saja, setelah nama beri tanda koma, lalu dibubuhkan judul yang pakai tanda miring, terus buka kurung, isi nama tempat terbitnya, nama penerbit, lalu tahun, tutup kurung, terakhir, beri halaman", jawab Amel dengan satu kali nafas. "Judulnya apa tadi? Miring '
1035.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 892 kali sebagai format penulisan
Baca
+Pustaka
PENGGARIS SEGITIGA

PENGGARIS SEGITIGA

Melihat wajah bingung kekasihnya, Selena mulai bicara lagi, "Aku cuma mau pakai cincin yang ada nama kamu di dalamnya. Jadi lain kali, tulis yang bener, jangan salah lagi." Raymond berpikir sebentar, ucapan Selena bukan ucapan yang mudah dicerna oleh otaknya yang super pas-pasan. Dibukanya kembali kotak cincin yang diberikannya untuk Selena, dan dibacanya tulisan di lingkaran dalam cincin itu. "'Aku Mencintaimu', aku sungguh-sungguh mencintaimu. Memang apa yang salah dengan tulisannya?" tanya Raymond bingung.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai format penulisan
Baca
+Pustaka
Arti Kata Penyesalan

Arti Kata Penyesalan

Yang paling memalukan adalah ketika teman-teman Hugo masuk beramai-ramai dengan membawa sebuah papan besar. Di bagian tengah papan itu, bertuliskan empat kata. [Bersikap munafik dan berlagak suci] [Untuk: Amalia Moore.] Para tamu segera berdesakan mendekat, ingin menyaksikan keributan itu dari dekat. Mereka saling berbisik, membicarakan apa yang terjadi. Wajah Amalia Moore seketika memucat. Tangannya mengepal erat dan menatap tajam ke arah kerumunan yang datang mengacau.
6.216.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 543 kali sebagai format penulisan
Baca
+Pustaka
Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Itu adalah surat cinta yang tak berani dia berikan dari bertahun-tahun yang lalu. "Waktu Axel yang dulu menulis surat ini, tangannya gemetar hebat sampai kata-katanya jadi miring," kata Axel dengan suara agak gemetar. Dia mengucapkan setiap kata dengan jelas, "Windy, kalau kamu juga menyukaiku, meski sedikit saja, pakai ikat kepala ungu itu besok." Para tamu tertawa dengan hangat, tetapi air mata Windy langsung mengalir membasahi wajahnya.
15.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai format penulisan
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Di sekelilingnya, hiruk pikuk pembangunan berlanjut: suara pahatan batu yang berdenting, seruan para pekerja, dan dentuman palu. Suara-suara kehidupan. Ia mulai menuliskan kalimat-kalimat yang ia dan Ki Lunggana diskusikan berhari-hari. Kalimat pertama tentang Keseimbangan. Kalimat kedua tentang Kerelaan untuk Berbagi Ilmu. Kalimat ketiga tentang Penerimaan Kelemahan. Ia bekerja selama hampir dua jam dalam keheningan yang terpusat. Setelah selesai, ia berdiri. "Piagamnya sudah selesai."
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai format penulisan
Baca
+Pustaka
PESONA PRIA RIVAL SUAMIKU

PESONA PRIA RIVAL SUAMIKU

Suasana hangat, piring-piring sudah mulai berdatangan; uap hangat menyelimuti wajah, harum kaldu dan rempah mengundang selera. "Mbak Kenna, tadi keren. Waktu jawab soal energi remaja, aku merinding," seorang gadis berjilbab ungu, salah satu staf Praba juga, menatap kagum. "Boleh minta tips rutin menulis?" Kenna menoleh, menata suara. "Tulislah tiap pagi. Bukan soal banyak, cukup satu paragraf. Nanti kamu akan kaget melihat perubahan."
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai format penulisan
Baca
+Pustaka
Witch (Bahasa Indonesia)

Witch (Bahasa Indonesia)

tulisan itu ditulis dengan warna perak di hiasi dengan berbagai macam senjata, membuat tulisan itu memiliki tekanan tersendiri bagi yang melihatnya. "Cara penulisannya cukup kuat bukan? Karena di sini banyak orang-orang kuat," kata Old Edwin seakan menjawab pertanyaan delapan pemuda tampan yang kini sedang berfokus pada tulisan "mercenary union". "Iya," kata Eruza membenarkan perkataan Old Edwin. "Ayo masuk,"
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai format penulisan
Baca
+Pustaka
Sang Penakluk

Sang Penakluk

“Perlu banget!” Alden meraih pulpen dan setelah melatih di kertas untuk melemaskan jarinya, Alden menulis rangkaian kalimat. ‘INDIRA, SEMOGA APA YANG TERTUANG DALAM BUKU INI, MAMPU MEWAKILI HATIKU.’ Alden meminta pendapat pada Niara, wanita itu mengiyakan dan menganggap itu cukup. Kini Alden siap untuk membungkus serta mengirimkan pada Indira. Hatinya berdegup penuh harap.
1046.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai format penulisan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status