BATARI
Kaca safirnya retak seribu, dan yang paling mengerikan, logam peraknya tertutup noda merah pekat yang sudah mengering—darah yang masih membawa aroma besi yang amis.
Sepucuk surat kecil terjatuh di samping kotak itu, dengan tulisan tangan yang rapi namun dingin:
“Pembayaran Tuntas."
Suara napas Veronica terdengar pendek dan tajam, sebelum akhirnya berubah menjadi jeritan histeris yang membelah kesunyian aula. "TIDAK! ADRIAN!" teriaknya, suara itu bergema di langit-langit tinggi, memantul pada lukisan-lukisan leluhur yang tampak menatapnya dengan penghinaan.
Hot Chapters