Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tante-tante Kesepian

Tante-tante Kesepian

Memikirkan hal itu, gairah di tubuhku kembali membara. Pada saat itulah, aku mendengar percakapan di ruang tamu. Ternyata bukan Paman Adnan, melainkan suara seorang wanita. Wanita itu sepertinya Bibi Debby, sahabat karib ibu angkat. "Aku sudah memencet bel pintu di luar berkali-kali, kenapa kamu lama sekali buka pintunya?" "Aku tadi sedang latihan yoga. Saking asyiknya sampai nggak dengar," jawab ibu angkat sambil tersenyum menjelaskan.
12.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai foto nenek kebayan
Baca
+Pustaka
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Di sekelilingnya dililit rantai besi setebal pergelangan tangan, jelas sengaja diperkuat. Duk, duk .... Pintu bangunan samping itu terus-menerus dihantam, seolah-olah ada sesuatu yang mengerikan hendak menerobos keluar. Tak jauh dari pintu bangunan samping, diletakkan sebuah bantalan duduk kecil. Di atasnya, berlutut seorang nenek tua dengan rambut memutih seluruhnya. Jika tidak salah, nenek tua ini adalah ibu Kareem, Hayba.
10273.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai foto nenek kebayan
Baca
+Pustaka
Seserahan Kebo Gerang

Seserahan Kebo Gerang

SESERAHAN KEBO GERANG BAB -3 "Dua puluh delapan. Seserahan Kebo Gerang. " Anton-Ayah Pipit-Suami dari Narsih menelan ludah. Tangannya gemetar memegang kertas yang baru ia buat dari tetua kampung. Perhitungan neptu anak dan calon menantunya menunjuk angka dua puluh delapan. Sebuah perhitungan yang sangat dikeramatkan di desa tersebut. Sebuah angka yang membuat bulu kuduk meremang.
566 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai foto nenek kebayan
Baca
+Pustaka
Dosen Ngebet Nikah

Dosen Ngebet Nikah

seru Papa. Irham perlu mengorek telinga mendengar ucapan pria tua itu. Dia berusaha tenang menghadapi kekonyolan mama dan papanya. "Astaga, Om! Lebay sekali kalimatnya!" Anes mencibir. Sejak kapan om yang tegas dan banyak aturan berubah friendly? Om Ibrahim tidak peduli. Dia tetap memamerkan senyum pada Raina.
9.169.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai foto nenek kebayan
Tampilkan Ulasan (122)
Baca
+Pustaka
Nano
Akhirnya punya kesempatan untuk memberi review di novel terkeceh sejagat raya ini 😂 Sori lebay, soalnya yg nulis juga agak² gimanaaa gitu. Ntar aku edit reviewnya kalau udah tamat. Gak suka baca yang on going soalnya. Suka di-PHP. Dan gak suka gratisan aku mah 😂😂😂
Ulfah N
And the last akhirnya happy ending juga... sorry ya aku tim happy ending. maaf banget readers semua Ini baru banget bangkit dari keterpurukan. makasih yaaa yang udah nemenin aku hampir dua tahun buat nyelesaiin ini semua. Makasih yang datang dan pergi. Tanpa readers apalah arti aku. :-* Love you All
Baca Semua Ulasan
Harga Diri Seorang Wanita

Harga Diri Seorang Wanita

*** Keesokan harinya, keluarga Kim mengunjungi panti jompo Kasih, untuk bertemu dengan nenek Jenna Ren. Di dalam kamar yang cukup luas, dengan fasilitas lengkap, sang nenek tersenyum lebar saat Jenna menyampaikan tentang rencana pernikahannya. Tentu mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat. 'Apakah kamu bahagia?' 'Tentu, Nenek.' 'Nenek amat bersyukur kamu bertemu dengan pria sebaik itu.' 'Benar, Nenek. Aku pun sulit mempercayainya dan nenek akan segera menjadi buyut.'
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai foto nenek kebayan
Baca
+Pustaka
Rumah Kakek

Rumah Kakek

Memang, semenjak kejadian ada ular saat itu, ia lebih banyak diam dan tak ceria seperti biasanya. “Neng Ambar, punten pisan Ibu mau tanya, pengasuhnya anak-anak berasal dari mana, ya?” tanya bu Popon. “Oh, Nining? Dari Ciamis, Bu. Memangnya kenapa?” “Aduh, Ibu ngga enak mau ngomong.” “Loh, nggak pa-pa, santai saja …. Ada apa, Bu?”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai foto nenek kebayan
Baca
+Pustaka
WHO?

WHO?

yakinnya sekali lagi, lalu Ia pun keluar dari kamar dan menghampiri nenek dan kakeknya untuk izin menemui Boem Jin. “Halmoeni… hal-abeoji, eodi gyeseyo?” teriak Aera mencari nenek dan kakeknya. “Kami dibelakang” jawab nenek Aera memberitahu. Aera pun langsung menuju ke halaman belakang rumah neneknya itu dan melihat nenek dan kakeknya sedang merawat kebun sayuran mereka. Nenek dan kakek Aera memang orang kaya, tapi mereka tetap melakukan cocok tanam sayuran hanya untuk menyalurkan hobinya.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai foto nenek kebayan
Baca
+Pustaka
Pengantin Kecil Tuan Xavier

Pengantin Kecil Tuan Xavier

"Do'a kan ibu ya nak. Semoga ibu bisa menjadi ibu yang baik untukmu. Cukup masa kecil ibu yang sia-sia, kamu jangan sayang." Kini Nandini sudah berada di depan pintu rumah si nenek. Tapi sosok wanita tua itu tidak ada di sana. Nandini mengedarkan pandangannya dan kini netranya terpaku pada sosok yang tengah menanam beberapa jenis sayuran di lahan yang ada di bagian depan rumah sederhana itu. "Nek," seru Nandini. "Nenek sedang menanam apa? Oh ya di sekitar sini ada yang menjual bubur nek?" lanjut Nandini.
9.854.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai foto nenek kebayan
Baca
+Pustaka
TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

BAB KE : 51 NENEK KURUS YANG MENYERAMKAN 16+ Posisi nenek itu seperti merangkak di atas lantai. Tubuhnya yang kerempeng ditopang oleh kedua kaki dan tanganya, bentuk kaki dan tangannya hanya berupa tulang yang dibungkus kulit tanpa daging. Sangat kecil dan kurus!
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai foto nenek kebayan
Baca
+Pustaka
Perjanjian Panas dengan Bos Arogan

Perjanjian Panas dengan Bos Arogan

Keringat membanjiri tubuhnya. Ia bangkit dan berjalan keluar. “Nenek ngapain?” tanya Haven berjalan ke belakang. Ia melihat nenek Gaby yang sedang memetik sayuran. “Kamu pasti kepanasan kan di rumah? Di sini saja. di sini rindang.” Nenek membawa sebuah keranjang dan memasukan sebuah sayur. Entah apa sayurnya. “Itu apa?” Haven mendekat. Ia berdiri di bawah pohon yang rindang
1067.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai foto nenek kebayan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status