Firdaus
Sambil mengatur napasnya yang memburu, Sulaiman berkata, "Bukankah kau hanya kusuruh untuk membullynya saja, hah?!"
"Kenapa lu pakai nyium segala!!" Tambahnya. Ia pun menendang-nendang perut Firdaus dengan sekuat-kuatnya, tak peduli dengan kesakitan yang ia dapat teramat sangat.
"Itu... itu ciuman pertamanya, anjengg!! Ciuman yang seharusnya milik gue, lu rebut, goblok! Anjing lo!"
Kemudian Sulaiman mengangkat paksa kerah baju seragam Firdaus yang masih merintih kesakitan, memaksanya untuk beradu pandang sangat dekat dengannya.
Hot Chapters