Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Karena panas yang terik, tampak seperti ada air menggenang di kejauhan. Pada kiri kanan jalan, angin yang terdorong oleh badan-badan kendaraan yang berlalu lalang membuat daun-daun tumbuhan dandelion bergoyang hebat dan melepaskan bunganya yang telah kering lalu berterbangan menari bersama angin. Ia menerima takdirnya dengan pasti, lalu tumbuh dengan bangga walaupun di sela-sela pecahan batu di atas tanah gersang.
9.57.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
Balada Ming Yuan

Balada Ming Yuan

Wushhhh Gulungan angin terhempas. Daun-daun kering di bawahnya berterbangan menepi secara spontan, sampai di bawah pijakan kakinya hanya ada rumput hijau subur yang kemungkinan beberapa hari lagi akan dipenuhi salju.
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Angin mulai bertiup kencang menerbangkan daun – daun kering dan menjatuhkan yang masih berada di pohon. Nyimas terlalu lemah kakinya, dan tak jauh dia sudah tersungkur. Beberapa senti lututnya tergesek dengan jalanan yang masih berbatu. Suasana jalanan yang kosong menambahkan perasaan kesendiriannya selama tinggal disini. Rok SMA yang masih dikenakan sedkit berlubang dan terkena darah dari lututnya.
9.82.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
SUAMI GHAIB

SUAMI GHAIB

ucap Sinta berdusta. "Alhamdulillah. Kalau kita dekat dengan-Nya. Insyaallah mahluk yang hendak menganggu tak berani mendekat, Dek." "Iya, Mas." *** *** Malam ini angin berhembus cukup kuat. Musim kemarau panjang membuat tanah gersang serta dedaunan banyak yang mengering dan berjatuhan. Angin membawa daun-daun itu terbang, seolah-olah mengajaknya untuk menari-nari di udara.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
Klorofil

Klorofil

usul Alva. Drap! Wusssh! Saat Bian melompat ke arah pohon tertinggi, area lompatannya menghasilkan angin yang cukup kuat. Sehingga dedaunan yang sudah menguning terlepas dan berhampuran kemana-mana. “Ke mana perginya mereka? Dari mana datangnya angin ribut tadi?” tanya Putri Anindira. Deg … deg! Debaran jantung yang masih kencang membuat paru-paru harus bekerja ekstra untuk menyebarkan pasokan oksigen ke seluruh tubuh.
9.96.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
Pendekar Gunung Tiga Maut

Pendekar Gunung Tiga Maut

Angin yang mematikan. “HAAA...” Narga berteriak keras-keras. Senyiur angin terasa. Burung-burung di atas sana terbang menjauh. Daun-daun pohon beringin bergoyang-goyang diterpa angin. Debu mengepul terkena angin pukulan Narga. Beberapa saat tubuh Narga yang tengah mengambang satu meter dari tanah tidak terlihat.
1025.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 774 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Kam Pret
Danu, lanjutkan perjalananmu sampai kau benar-benar menemukan Diana. Semoga kisahmu menjadi teladan untuk pemimpin-pemimpin yang tengah bejat. Amin. Permata, nanti jika kamu mendapatkan sebuah pilihan, yaitu meninggalkan Danu atau Diana, aku yakin kamu tidak akan memmilih keduanya. Kamu hebat.
Baca Semua Ulasan
NASI BERKAT

NASI BERKAT

Perlahan Erna menegakkan kepalanya, dan menggeleng pelan. "Sang angin menyerah, setelah lelah berusaha merobohkan pohon itu tapi gagal. Ia beranggapan pohon tanpa daun akan mudah roboh, tapi faktanya salah besar, angin tak mengetahui di dalam tanah yang tak ia lihat tertancap akar yang begitu kuat menancap. Angin meremehkan hanya karna pohon yang buruk rupa tanpa daun. Setelah badai, barulah tunas itu mulai bermunculan, menjadikannya pohon yang tak hanya kuat tapi juga cantik." Senyum tersungging dari bibir yang berbalut gincu merah muda itu, mengakhiri ceritanya.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
Kekasih Sang Tuan Peri

Kekasih Sang Tuan Peri

Ji An mengangkat matanya menatap lurus ke depan, sebuah semangat terlihat di matanya, ia berjalan menuju matahari yang telah terbit sepenuhnya. Hari ini ia harus mengumpulkan lebih banyak dari kemarin! ----- Saat matahari telah terbenam lebih awal, angin yang membawa udara dingin berhembus, menggoyangkan ranting-ranting halus pohon plum di pekarangan. Daun-daun yang rontok akibat ranting yang bergoyang oleh angin berjatuhan ke atas bangku bambu panjang. Memenuhinya dengan dedaunan yang mulai menguning.
101.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
DANYANG

DANYANG

Dayu tak bisa menemukan kalimat yang cocok untuk menggambarkan situasi yang sedang dialaminya. Dia terus berlari, sampai akhirnya dia tak bisa merasakan lagi lelah karena larinya. Dia tak lagi mendengar suara langkah kakinya, dan terakhir, dia tak lagi merasakan ada tangan lain yang menggandeng tangannya. Dayu tiba-tiba menemukan dirinya sudah berlari sendirian di jalan beraspal di tengah hutan, dan angin datang meruntuhkan dedaunan yang berwarna kuning. Daun itu bukan daun jati. Dayu bisa mengenali perbedaannya. Daun jati lebih lebar, sementara daun yang menghujaninya lebih kecil, dengan bentuk yang jelas berbeda.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
Herrscher (Divina Futuri)

Herrscher (Divina Futuri)

Angin yang keras mampu menahan derasnya air. ------------------------------ Di dunia takdir, Hafadzah kewalahan menahan daun – daun yang berguguran. Cahaya yang menahan daun – daun itu mulai meredup. Namun perlahan ia melihat daun – daun itu semakin sedikit yang rontok. Tampaknya bencana sudah mulai berkurang. Hafadzah senang melihatnya. Ia perlahan melepas daun – daun di pohon. Ia kelelahan karena menggunakan seluruh kekuatannya. Ia terduduk lemas karenanya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status