Priaku di Kursi Roda
Hatiku ingin berpaling, tetapi mata ini sudah tersihir dengan ketampanan Freza.
"Ma, kami pergi ke kamar dulu. Ada hal yang harus kami selesaikan, sampai jumpa, Ma," ujar Freza kemudian mendorong kursi rodanya pergi meninggalkan Bu Daniar yang tersenyum.
Freza sudah gila, bagaimana mungkin dia mengatakan hal ambigu seperti itu di depan Bu Daniar. Apa yang akan dipikirkannya nanti!?
Sampailah kami di kamar, aku masih asyik menikmati digendong menggunakan kursi roda oleh Freza. Rasanya sangat nyaman, berbeda sekali dengan digendong berjalan.
Hot Chapters