Bukan Rahim Pengganti
Tapi, entah kenapa aku belum rela kehilangan Ana.
Kupandangi foto pernikahan sederhana kami yang terpajang di dinding kamar Ana. Foto yang diabadikan oleh suster waktu itu dan Ana mencetaknya, walau tanpa kemewahan, tanpa Make Up, Ana tetap terlihat cantik, dan Ana tak pernah meminta resepsi yang mewah, harusnya anak seumuran dia akan menuntut pernikahan yang mewah apalagi menikah dengan orang yang terbilang kaya seperti keluarga Pramono, tapi tidak dengan Ana, begitu sederhananya dia, hingga foto saja cukup cetak dari ponsel.
الفصول الرائجة