Bara Dendam Sagara
“Tusukkan Arus Bawahmu ke sana. Jangan hancurkan permukaan. Biarkan seranganmu menembus lapisannya, lalu pecahkan inti batunya dari dalam.”
Sagara mengambil posisi, seluruh tubuhnya kini menjadi perwujudan ketenangan. Ia memejamkan mata, memanggil kembali perasaan akan Arus Bawah. Ia membayangkan air laut yang menekan ke dalam gua, bukan yang menghantam tebing. Niatnya murni: Aku harus menembus ini, demi Larisa, demi kebenaran.
Dengan suara nyaris tanpa suara, Sagara menusukkan jarinya. Ia menggunakan dua jari, bukan seluruh telapak tangan dan menusuknya tepat ke titik cekung pada karang itu.
Hot Chapters