Rahim yang Tergadai
ucap Kalingga dengan suara bergetar, air mata mulai mengalir di pipinya.
Gala menatapnya dengan mata yang penuh emosi. Ada amarah, ada rasa cemburu, tetapi juga ada sesuatu yang ia sendiri tidak bisa pahami. “Aku hanya ingin memastikan perjanjian ini selesai,” katanya, menarik Kalingga lebih dekat.
“Tuan, tolong lepaskan!” Kalingga meronta, mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Gala. Ia memukul dadanya, berusaha melawan meski kekuatannya tidak sebanding.