CEO Bertopeng Giok
Anehnya, peta itu menuntun mereka ke kaki pilar batu yang paling besar dan paling tinggi di antara ketujuhnya, yang berdiri seperti seorang raja kuno di antara para pengawalnya.
Setelah menyingkap tirai tebal dari sulur-sulur yang menjuntai, mereka menemukannya. Bukan sebuah gua, bukan pula peti harta karun. Di bagian dasar batu raksasa itu, terbenam di dalamnya, ada sebuah batu lain yang lebih kecil. Ukurannya sekitar kepala orang dewasa, warnanya hitam legam, dan permukaannya licin sempurna seolah dipoles selama ribuan tahun.
Namun, bukan bentuknya yang membuat mereka menahan napas. Batu hitam itu tampak seperti sedang menangis.
Capítulos em Alta