Garis Dua dari Rahim Si Mandul
Andara Blythehati kecewa ibuair mata istriaku sayang ibuair mata nona, amarah sang tuan
Di antara rasa kagum, gugup, gelisah dan cemas menjadi satu, terlukis nyata di dalam rona wajahnya.
Ari bahkan terkikik geli di tempat duduknya, tepat di belakang Reinaldi. Menertawakan kegugupan dan kegelisahan lelaki itu. "Tenang, Bro. Ambil nafas dalam. Ntar juga lewat. Inget! Satu nafas ya. Yang seperti gue ajarin kemarin. Satu nafas! Jangan lebih!" bisik Ari. Alih-alih menenangkan Reinaldi, ucapannya malah membuat keringat dingin mengaliri punggung laki-laki malang itu. "Sabar, Brother! Bentar lagi juga, dia resmi jadi milik lo," bisik Ari usil dan mendapat tatapan menyalahkan dari Reinaldi yang berbalik memandang ke arahnya.
人気のチャプター