Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bukan Sebab Cinta Ditolak

Bukan Sebab Cinta Ditolak

Titah Gaek Lungga. Ardi memperhatikan betul setiap kalimat yang diucapkan orang tua, karena itu adalah syarat yang harus disiapkan untuk memulai permainan. "Hidupkan dupa bakar kemenyan, di petang Kamis malam Jum'at. Memainkan gasing dengan penuh dendam, bangkit sijundai pembuat onar." Lanjut Gaek Lungga. "Gasing bertali si kain kafan, putusnya gasing putus makrifat. Ini permainan bertaruh nyawa, jika tidak mati maka akan gila. Apa kau sanggup melakukannya?" tanya si orang tua.
1.7K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as genggam tanganku
Read
+Library
Sekarang Giliranku

Sekarang Giliranku

Tanganku mengepal di bawah selimut, kuku-kuku jariku hampir menembus kulit telapak tangan. Raka masih di sampingku, entah menyangka aku benar-benar tertidur atau hanya ingin memastikan reaksiku. Aku harus tetap tenang. Aku tidak boleh gegabah. Baiklah, kalau ini permainan yang mereka mulai, aku akan mengakhirinya dengan cara yang tidak pernah mereka bayangkan. Perlahan, aku membuka mata, berpura-pura seperti baru terbangun. "Mas?" suaraku lirih, seolah aku masih mengantuk.
1020.0K viewsCompletedAdded to Library 681 Times as genggam tanganku
Read
+Library
Jodoh di Tangan Kakek

Jodoh di Tangan Kakek

ucap Alea sambil terus tertawa menyaksikan tingkah Mama dan Bundanya yang menyanyikan lagu lawas. Alea mengelus perutnya yang semakin begah. Tiba-tiba saja Alea merasakan tendangan dari dalam perutnya. “Mamaaa!” teriak Alea sambil memegangi perutnya. Mama dan Bunda yang mendengarnya langsung panik dan menghampiri Alea. “Kenapa sayang?!” tanya Mama dan Bunda kompak. “Ma, kayaknya aku merasakan ada tendangan dari dalam sini,” ucap Alea sambil terus mengelus perutnya.
3.4K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as genggam tanganku
Read
+Library
Pendekar Wanita Kahinda

Pendekar Wanita Kahinda

Kahinda yang sudah terlampau kesal kemudian memanggil pusaka lain, yang dimilikinya. "Gagang Garda Langit, Munculah" panggil Kahinda melihat ke arah telapak tangannya yang sekarang muncul sebuah pusaka seperti Grip Pemukul yang terbuat dari Logam khusus. Grip itu terlihat memiliki duri tajam yang bisa meremukkan apa saja yang dipukul nya. Sambil memakai Grip Logam itu ditangan, Kahinda berkata, "Aku sebenarnya ingin menghormati mayat mu. Tapi mayat mu saja membuat ku muak"
101.5K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as genggam tanganku
Read
+Library
Merindukanmu, Dalam Jerit Tangisku

Merindukanmu, Dalam Jerit Tangisku

Dadanya terasa sempit, seolah ruangan itu menekannya dari segala arah. Lucas meremas foto itu, jemarinya mencengkeram erat hingga sudut-sudut kertasnya terlipat kasar. Dia melemparkannya ke meja dengan gerakan penuh amarah. Kertas itu melayang ringan, lalu mendarat dengan bunyi nyaris tak terdengar. “Berengsek ...,” gumam Lucas dengan penuh kebencian. “Kenapa aku harus melihat ini lagi?” tanyanya dengan nada marah.
704 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as genggam tanganku
Read
+Library
Belenggu Mantannya Mama

Belenggu Mantannya Mama

Tanganku refleks menyambar ponsel. Tapi bukan dari Florina. Melainkan mama. “Jangan kerja dulu hari ini. Istirahat. Nanti Mama kirimkan sup ikan biar cepat pulih. Kamu nggak bilang terus terang, tapi Mama tahu kamu kangen sama Florina.
1.1K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as genggam tanganku
Read
+Library
Si Gendut Penakluk Bos

Si Gendut Penakluk Bos

Hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui tentang hal itu dan tidak mungkin diketahui hanya dari selembar kartu identitas yang berisikan informasi dasar yang bahkan tidak tertera di sana. “Oh, come on Sasha! Bisa-bisanya kamu melupakanku?” tegur pemilik rahang tegas itu, tapi respon yang ia peroleh hanya kerutan di dahi Falisha kian dalam, “ck! Pohon mangga tengah komplek, lima jahitan, dan Kamu nangis kejer seharian karena nggak mau Aku mati,” lanjutnya sambil mengangkat tangan untuk menyibak rambut dan memperlihatkan bekas luka yang nyaris tidak terlihat di bagian atas telinga.
107.7K viewsOngoingAdded to Library 208 Times as genggam tanganku
Read
+Library
BELENGGU DENDAM TUAN GRAVIN

BELENGGU DENDAM TUAN GRAVIN

Seorang laki-laki terperanjat bangun dari tidurnya, tangannya mengusap peluh yang sudah membasahi seluruh pelipisnya. Segera dia mengambil air putih yang ada di atas nakas dan meneguknya hingga tandas. "Mimpi itu lagi," lirihnya sambil menyeka peluh yang membasahi pelipisnya. "Aku berjanji akan membalaskan setiap tetes darah yang keluar dari tubuh kalian akibat ulah biadab mereka. Aku janji, Ayah, Ibu, Mas Bimo, aku berjanji akan melakukanya."
1.3K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as genggam tanganku
Read
+Library
Ayah dari Anakku Ternyata

Ayah dari Anakku Ternyata

Tikta terdiam, tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Gata menoleh padanya, meraih tangan Tikta dan menyentuhnya. Tikta menatap tangan itu, tangan yang pernah dia genggam sekuat tenaga dan dia perjuangkan untuk tetap berada di dalam genggamannya. Tikta meraih tangan Gata, menggenggamnya. “Ya, aku gak akan kemana-mana Ga…”
3.9K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as genggam tanganku
Read
+Library
Giok Naga Sang Kultivator Dewa

Giok Naga Sang Kultivator Dewa

gumamnya sambil terus beringsut mundur. "Tanyakan saja pada raja neraka." Gu Lang mengarahkan tangannya pada Yin Gang dengab aura yang sudah berkumpul di telapak tangannya itu. "Jurus Tapak Naga!" Aura hitam di tangan Gu lang itupun berbuah, membentuk sebuah tapak naga yang kecil, tak seperti biasanya saat Gu Lang menggunakan jurus itu. Tapak itu menghantam tubuh Yin Gang dengan sangat keras, bahkan membuat tubuh pria paruh baya itu terpental cukup jauh ke arah penonton.
9.318.8K viewsCompletedAdded to Library 545 Times as genggam tanganku
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status