Di Antara Dua Dunia
Suara langkah kaki mereka satu-satu terdengar lebih nyaring di tengah keheningan yang mencekam.
Tidak lama setelah itu, mereka sampai di sebuah lembah yang lebih terbuka. Di depan mereka, sebuah reruntuhan batu besar menjulang, mengarah pada gerbang batu yang sudah mulai terpecah. Gerbang itu tampak seperti sebuah mulut raksasa yang siap menelan apapun yang datang. Di atas gerbang, ukiran simbol-simbol kuno terpahat dengan jelas, namun sebagian besar sudah aus dimakan waktu. Keheningan di sekitar mereka sangat terasa, hanya terdengar suara angin yang menerpa batu.
"Ini dia," kata Jaewon pelan, menyentuh batu di dekat gerbang itu. "Gerbang Kegelapan. Di sinilah semuanya dimulai."
Hot Chapters