Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kaisar Dewa Gombal

Kaisar Dewa Gombal

katanya. Ia naik sedikit lebih tinggi. Satu meter. Dua meter. Angin di ketinggian itu lebih kencang, jubah tipisnya berkibar, dan dari sini ia bisa melihat seluruh halaman perguruan yang penuh rumput liar, atap aula yang berlubang empat, dan Cempaka yang berdiri di bawah menatapnya dengan ekspresi yang kalau bisa diartikan berbunyi, aku tidak terkesan. "Cempaka," kata Bagas dari ketinggian dua meter, "Kamu cantik seperti bintang di malam hari. Sayang kamu kuda."
556 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai gombal baper
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

Sebuah benda tipis terjatuh dari sela-sela lipatan sapu tangan tersebut, Rimba memungutnya dari lantai. Bola mata Rimba melebar tak percaya mendapati sobekan kertas kecil dengan tulisan awut-awuttan, tapi untung masih bisa dibaca. Rimba membaca sekali lagi secara perlahan, menajamkan penglihatanya. Namun tulisan itu masih tetap sama. Temui gue di atap besok. ========================== ============== Salam hangat dari perempuan yang hobi gantungin
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai gombal baper
Baca
+Pustaka
My Husband's Secret

My Husband's Secret

Aku merasa seperti orang spesial di sini. “Gimana, enak?” tanya Cakra. “Lumayan.” Aku mengangguk-angguk. “Meskipun mini, tetapi sejuk.” Cakra tersenyum. “Ini kendaraan unggulan kerajaan. Hasil produksi anak-anak kota ini. Nama kendaraannya Gimbil.” “Hah? Gimbil?” aku mengangkat alis. “Ya ….” “Kalau di bumi, ada kosa kata yang hampir mirip, yaitu gimbal. Gimbal adalah keadaan rambut yang membumbung karena jarang mandi atau jarang disisir.”
1022.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 851 kali sebagai gombal baper
Baca
+Pustaka
Kupu-Kupu Kertas

Kupu-Kupu Kertas

Dan Lima meter dari pintu besi, terlihat 13 bangsal berjeruji. Mayang yakin tempat ini adalah tempat rehabilitasi bagi para penderita gangguan kejiwaan yang dianggap parah. Karena semua ruangan diberi jeruji besi dan dijaga ketat. Sena terlihat menelepon seseorang. Dari pembicaraan sepotong-sepotong yang ia dengar, sepertinya Sena tengah berbicara dengan dokter yang merawat Bu Zainab. Sena meminta izin pada sang dokter untuk membawanya menemui sang ibu. Mayang meringis saat Sena menyebutnya dengan istilah target behavior primer. Itu artinya Bu Zainab menganggap dirinya adalah sasaran utama kebenciannya. Mayang menarik napas panjang beberapa kali. Berusaha merilekskan diri, saat mendapat keju
1031.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 848 kali sebagai gombal baper
Baca
+Pustaka
BUNGA KEDUA

BUNGA KEDUA

Terdengar suara anak kecil mengucap salam. “Wallaikumsallam.” Vera menjawab salam dan bergegas menemuinya. Namun langkah Vera seketika terhenti kala melihat gadis kecil berambut panjang dan poni yang terurai di atas matanya, ia menggunakan bando kupu-kupu untuk menghiasi rambutnya itu, gaun berwarna merah muda dan sepatu bermotif bulu-bulu halus yang tidak terlalu tinggi sungguh membuat kakinya sangat indah di pandang, ia tersenyum manis saat melihat Vera, lesung pipit di wajahnya, semakin membuat gadis itu terlihat sempurna dan sangat elegan.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai gombal baper
Baca
+Pustaka
Disangka Masih Hilang Ingatan

Disangka Masih Hilang Ingatan

Dia malah murung. Aku heran. "Tapi apa?" Ada rasa khawatir memburu dada. "Tapi ... gak ada tempat spesial lagi selain ada di dekat kamu." "Iiiih!" Sontak kusundul kepalanya dengan telapak tangan ini. "Tukang gombal!" ketusku sambil tertawa. "Aku gak pernah gombal. Kecuali sama kamu." "Bohong."
1029.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 826 kali sebagai gombal baper
Baca
+Pustaka
Gadis Terlalu Tampan

Gadis Terlalu Tampan

“Tumben banget telepon Kakak, ada apa nih?” “Ini gua Abian!” mendengar suara Abian, Brian hampir menjatuhkan ponselnya. “Sialan lo! Gue kira Rosa yang telepon, tahunya tua Bangka yang telepon gue pakai ponsel Rosa.” “Diam lo, jomblo akut!” Abian balas mengatai Brian dengan sebutan jomblo akut, ia tidak terima jika dirinya disebut tua Bangka.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai gombal baper
Baca
+Pustaka
Lemari Mencari Tumbal

Lemari Mencari Tumbal

Kemudian, sosok itu perlahan memudar dan menghilang. “Ta… Tadi itu apa Toy?” Tanya Maya. “Emm… Itu namanya Begu Ganjang. Gatau deh, mengapa dia bisa ada disini. Padahal, sosok itu kan tinggal di daerah Sumatera utara ya? Emm… Entah lah… Nah, kalau kamu bertemu sosok itu, jangan memandanginya semakin ke atas, kamu tidak akan bisa melihat ujung dari ketinggian dari sosok itu. Karena, ketika kita memandangi nya semakin ke atas, maka sosok itu akan menjadi semakin tinggi, semakin tinggi dan semakin tinggi. Itu sebabnya tadi aku menundukkan kepalamu kebawah.”
1010.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 407 kali sebagai gombal baper
Baca
+Pustaka
Aku (Bukan) Jodohnya

Aku (Bukan) Jodohnya

Tisna sedikit menjelaskan identitas dan sifatnya sambil senyum menggoda dengan menekan kata 'gombal' dan 'romantis'. "Ngaco kamu, siapa yang suka gombal? Kalau romantis, iya. Wanita yang kita cintai memang berhak diperlakukan se-romantis mungkin, benar nggak, Bro?" Pertanyaan itu tertuju untuk lelaki penggemar seafood yang tengah menikmati makanannya.
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai gombal baper
Baca
+Pustaka
Dendam Bos Gila

Dendam Bos Gila

"Bener. Bukan polesan kayak kamu." Amanda tampak menahan kesal. Namun, gadis itu tetap berusaha untuk tenang. "Oh iya, Manda baru aja habis beli tas baru. Nanti Manda kirim satu buat Tante. Manda beli dua." "Habis uang Juan kamu porotin semua," sindir Kartika. "Oh gak dong, Tante. Manda kan punya penghasilan sendiri dari modeling." "Model majalah dewasa," sungut Kartika.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai gombal baper
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status