Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MAU KAN, JADI MAMA DIRA?

MAU KAN, JADI MAMA DIRA?

Memilih untuk tidak mempedulikan anak kecil itu. “Apa katanya, Bis?” tanyanya sesudah Bisma mengakhiri telepon. “Kita tunggu di sini. Nanti mereka yang akan ke sini, May.” Raut lega tidak bisa disembunyikan dari wanita itu. “Tenang, ya, Dek. Sebentar lagi ada yang menjemput kamu.” Bisma melanjutkan bicaranya selepas menenggak habis jus jeruk yang sebelumnya dipesan. “Ternyata dia anak kepala yayasan kita yang baru.”
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai gudang bisma
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menjual Kehormatan

Terpaksa Menjual Kehormatan

gumamku, berdoa pada Allah. Setelah selesai sholat dzuhur, aku mendengar suara gerbang pintu depan dibuka. Aku berjalan menuju ruang tamu lalu kusingkap gordennya. ‘Pulang juga laki-laki urakan itu,’ Ya, aku melihat Bisma yang menunggangi motor sportnya. Senyum licik tersungging di bibirku. 'Rasakan! Aku udah masak makanan pedas!'
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai gudang bisma
Baca
+Pustaka
Tiba-tiba Menikah Dengan Mantan

Tiba-tiba Menikah Dengan Mantan

bisiknya. “Janji,” jawab Raka, meski di dalam hatinya ia tak yakin janji itu bisa ditepati. Pukul sepuluh malam, Raka tiba di lokasi yang dikirimkan Bima: sebuah gudang tua di pinggiran Jakarta. Tempat itu gelap, sepi, hanya ada beberapa lampu redup di kejauhan. Udara lembap dan berbau karat.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai gudang bisma
Baca
+Pustaka
Digoda Suami Gaib

Digoda Suami Gaib

Jadi benar, itu memang bukan khayalanku saja. “Mama akan di sini sampai kamu pulih lagi, tidak apa-apa, kan?” kata ibuku. “Aku tidak apa-apa, Ma. Mama dan Om Adrian bisa pulang sore ini. Aku sudah tidak apa-apa,” kataku. “Lagipula, Mama punya bisnis yang mesti diurus di Semarang. Aku tidak mau membuat...” “Budi, tentu saja keadaanmu lebih penting! Bagaimanapun setelah mama mendengarmu dan Wirda kolaps dari Jarwo juga Lukas, mama sama sekali tidak bisa tenang...”
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai gudang bisma
Baca
+Pustaka
Simpanan Bos Muda

Simpanan Bos Muda

Dia berjalan dengan lunglai melewati sekat sebuah dinding yang penuh dengan hiasan dan pajangan barang-barang antik di ruangan Zion, menuju tempat Zion kini duduk di kursi kebesarannya. "S-saya datang, Tuan Muda." Asha mengatakan hal itu sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam dan mengenggam erat kedua tangannya menahan gemetar. "Kamu tahu apa kesalahanmu?" Zion bertanya dengan dingin, bahkan tanpa memandang wajahnya yang sangat tampan itu, Asha tahu bahwa saat ini sang bos tengah menatap tajam ke arahnya.
108.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai gudang bisma
Baca
+Pustaka
Bareksa

Bareksa

Hal kecil itu, saat Bagus menganggukkan kepala sembari menerbitkan senyum manis ketika si gadis meminta tandatangannya, membuat gadis itu jatuh hati kepadanya. Setelah melewati sebuah jembatan, sang kernet berteriak mengingatkan para penumpang yang hendak turun di sebuah halte. Halte tersebut berjarak lima puluh meter dari SMA Rajasanagara, oleh karena itu dengan tergesa si gadis beranjak dari duduknya dan maju ke pintu depan bus. Bila dilihat dari kaca depan bus, tampak bahwa gerbang sekolah sudah tertutup. Gadis itu mengerang pelan, sudah pasti dia akan mampir dulu ke ruang guru BK.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai gudang bisma
Baca
+Pustaka
Dilamar Presdir yang Menyamar

Dilamar Presdir yang Menyamar

“Stevie istri lo, Bim. Lagi ngandung pula. Jangan lari dari tanggung jawab. Dia pilihan lo, jadi sudah kewajiban lo jaga dia bagaimanapun sifat dan keadaannya. Terlebih dia lagi hamil penerus Sunmond selanjutnya.” “Itu pun kalau keluarga kita mau mengakuinya. Hah, buntung banget nasib gue.” Bima berdecak kesal. Brama melemparkan sebuah kunci ke arah Bima. “Itu kunci ruko. Terserah lo mau isi usaha apa. Gue saranin usaha foto kopi sama alat perkantoran atau alat tulis karena lokasinya strategis dekat sekolahan sama perkantoran.”
9.946.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai gudang bisma
Baca
+Pustaka
Gadis Bisu Tahanan Mafia

Gadis Bisu Tahanan Mafia

Dahi Lintang berkerut, ia berbicara namun tak keluar suara. “Pak…ini pesanannya.” Pria tua itu mengerutkan kening, ia menatap Lintang heran. “Kemana suaramu? Kenapa tak ada suaranya?” Lintang tersenyum kaku, kemudian ia menuang tulisan lagi. “Saya bisu Pak.” Pria tua itu merasa tak enak, “Saya Damar, tukang kebun disini.” Ucap pria itu yang bernama Damar. Lintang mengangguk.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai gudang bisma
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat Tante Muda

Pemuas Hasrat Tante Muda

Ia mengatakan ada pertemuan bisnis mendadak. Lokasi yang diberikan Faizal adalah sebuah gudang tua di pinggir kota. Tempat itu sepi, hanya ada satu mobil yang terparkir di luar. Saat ia masuk, Faizal sudah menunggunya dengan senyum sinis dan sebatang rokok di tangannya. “Lama juga kamu datang, Tante Almara,” ucapnya dengan santai. “Apa yang sebenarnya kamu mau, Faizal? Dulu aku sudah bayar kamu. Bukankah urusan kita selesai?” suara Tante Almara terdengar tegas, meski tangannya sedikit gemetar.
5.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai gudang bisma
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Dena mengangguk,"Oh, ada info?" "Saya tahu informasi tentang wanita bernama Tumini itu dari orang pasar. Namanya Mbah Sukemi, yang biasa jual kembang tabur untuk ziarah kubur, di depan pasar. Orangnya sudah sepuh, sekitar 70 tahun lebih. Dia katanya sedikit tahu soal urusan rumah yang Ibu tempati sekarang" "Oh, ya? Apa katanya?"
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai gudang bisma
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status