Membaca Sirah Nabawiyah selalu bikin aku merinding—ini seperti novel biografi epik yang menceritakan perjalanan hidup Rasulullah dari lahir sampai wafat dengan konteks sejarah lengkap. Kalau hadits itu lebih mirip kumpilan tweet berisi perkataan, tindakan, atau persetujuan Nabi yang dicatat sahabat. Bedanya, sirah itu narasi utuh kayak dokumenter National Geographic, sementara hadits itu potongan-potongan wisdom yang perlu diteliti validitas rantai perawakilannya (isnad).
Yang keren dari sirah itu kita bisa lihat Muhammad sebagai manusia lengkap dengan dinamika politik di Mekkah-Madinah, sedangkan hadits fokus ke hal-hal spesifik seperti tata cara shalat. Aku sering kasih analogi gini: kalau mau tahu detail kehidupan Steve Jobs, baca biografinya Walter Isaacson (sirah), tapi kalau mau kutipan motivasinya, cari keynote speech-nya (hadits).