Pembalasan Sang Dokter Jenius
Andrea, di tengah isak tangisnya, juga memberanikan diri mengangkat wajahnya.
Di dasar pot itu, tersembunyi di bawah lapisan kerikil dan tanah paling bawah, tergeletak sesuatu yang seharusnya tidak ada di sana.
Itu adalah sebuah bungkusan kecil, tidak lebih besar dari kepalan tangan orang dewasa. Bungkusan itu terbuat dari sepotong kain putih yang sudah kusam dan menguning, sangat mirip dengan kain kafan. Kain itu diikat dengan tiga buah simpul yang sangat kencang menggunakan seutas benang hitam kasar yang dililit berulang kali. Dari bungkusan itulah, aura merah kehitaman yang pekat dan berbau busuk itu memancar dengan kuat, membuat Joko merasa mual.