Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Teror Ghaib

Teror Ghaib

kata Jake, “hantu itu bertubuh besar dan warnanya hitam. Tony terdiam. Hantu yang dimaksud Jake pastinya adalah hantu yang sama yang mengganggu Emma. "Hei Tony, kamu bisu ya?" kata Jake, “kenapa kamu nggak jawab?” “Aku minta maaf sebelumnya,” kata Tony, “Aku nggak pernah diganggu sama hantu kalau aku datang ke rumah Emma, ​​​​tapi Emma sendiri yang pernah. Aku nggak nyangka hantu itu juga ganggu kamu.” "Hantu sialan itu merusak rencanaku," kata Jake, "aku nggak jadi ngasih hadiah ke Emma."
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai hantu kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Warisan Hitam

Warisan Hitam

Seperti biasanya, ciri khas Nang Dam yang selalu datang ditandai aroma gaharu dan memeluk tubuh dari belakang serta mencumbu leher sang tuan. “Sudah siapkah malam ini melakukan ritual denganku tuan?” “Sekali lagi aku ingatkan, jangan sampai ada seorangpun yang mengganggu saat kita melakukan ritual ini,” Hantu bergaun hitam itu berbisik mengucap kalimatnya tepat ditelinga kiri Hans. “Dan ingat! Tinggal 1 lagi…tinggal 1 lagi perawan yang harus kau persembahkan dan kekuatanku akan bertambah kuat. Kau tak perlu melakukan ritual ini lagi,”
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai hantu kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

“Tempat kepala desa dititipkan.” Saya menoleh tajam. “Dititipkan atau dikorbankan?” Ia tidak menjawab. Saya mencabut papan kayu itu dengan sisa tenaga yang ada. Bau busuk menghantam wajah saya. Di dalam lubang, bukan jasad. Melainkan tulang-tulang. Disusun rapi. Tengkorak-tengkorak berjajar, menghadap ke atas. Beberapa masih mengenakan sisa ikat kepala, sisa kalung tanda jabatan. Kepala desa. Semuanya kepala desa.
538 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai hantu kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Si Bungsu Shintya

Si Bungsu Shintya

Selia mencoba memeluk adek bungsu nya itu. "Iya deh kak, gapapa kok." Shintya membalas pelukan kakaknya. **Flashback off** "Huuuffftttt...." Shintya menghela nafas menghilangkan rasa gugupnya. Saat di depan kelas, Shintya di kagetkan seorang anak perempuan yang memiliki keperawakkan menarik, tinggi, putih, dan satu kata yang menyempurnakannya, cantik.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai hantu kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Bulu Perindu

Bulu Perindu

Perlahan Andra mengembalikan arah duduknya, meraih lipatan kertas putih dan meletakkan di atas telapak tangan David. “Jangan sampai ada orang lain yang tahu, janji?” Mata Andra menatap tajam David, seolah menghardik. David mengangguk, kemudian mengacungkan dua jari tangan kanannya. “Apa ini?” tanya David setelah membuka lipatan kertas putih milik Andra. Hanya ada dua helai benda seperti rambut lurus berwarna hitam pekat. “Bulu Perindu,” jawab Andra mantap.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai hantu kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Di Balik Topeng si Pembunuh

Di Balik Topeng si Pembunuh

Seorang wanita cantik dengan rambut sebahu terlihat tengah menikmati minumannya di sebuah café tanpa mengetahui jika ada yang mengambil gambarnya secara diam-diam. “Kinara Alleta—pemilik butik Beauty and Different. Dia salah satu tamu yang datang semalam dan kemungkinan juga yang menjadi saksi pembunuhan yang anda lakukan.” William mengamati foto kedua dimana wanita cantik itu tengah tersenyum dengan ponsel dihadapannya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai hantu kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Lalu dia memperhatikan kakek buntung paha yang ada dalam dukungan kakek berhidung besar berkepala botak hitam. Dengan suara bergetar menahan amarah Jin Muka Seribu bertanya. ”Apa yang terjadi dengan Papicakkanan?! Pasulingmaut! Pahidungbesar! Jawab!" Kakek di sebelah kanan yang berambut seperti ijuk berwarna putih keluarkan suara bergumam lalu masukkan ujung suling yang ditancapi tengkorak dan meniup satu kali. Suling itu keluarkan suara sember disertai mengepulnya asap hitam dari lobang mata, hidung, mulut dan telinga tengkorak.
1031.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 917 kali sebagai hantu kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Buruk Rupa

Buruk Rupa

ucap Argan dengan cengirannya. "Sudah-sudah! Otak kamu semakin lama semakin hancur! Service kembali tuh otak depan, belakang, atas, bawah, kanan, sama kirinya." "Pak! Sekalian aja bilang semuanya. Nggak usah capek-capek ngomong gituan. Toh juga aku tau Bapak sekejam ini dengan uwak Pak." dramatis Argan.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai hantu kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Dendam Terbalas Sang Istri Terkhianati

Dendam Terbalas Sang Istri Terkhianati

kata Dukun. “Kamu tahu ciri-ciri hantu itu?” tanya Beni mengintimidasi Dukun. “Jujur saja, aku tidak percaya hantu.” Dukun memejamkan mata lagi. Untung aku sempat menunjukkan foto Tuan Louzi, jadi tidak sulit bagi Dukun mendeskripsikan sosok Tuan Louzi. “Seorang pria tua dengan tinggi seratus sembilan puluh sentimeter. Berkulit putih, serta memiliki mata berwarna biru yang indah.”
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai hantu kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Pengantin Dari Dunia Gaib

Pengantin Dari Dunia Gaib

“Tunjukkan wajahmu.” Makhluk itu menunduk… lalu mengangkat kepalanya. Wujudnya perlahan keluar dari kabut: – Kepala besar, tengkorak memanjang. – Mata cekung dalam dan berpendar merah tua. – Wajah tidak utuh, seperti pernah dihancurkan lalu disatukan lagi. – Di bagian dada, terdapat lubang—sebuah rongga hitam tempat cahaya merah itu berdenyut seperti jantung buatan.
7711 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai hantu kepala buntung asli
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status