Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Esterina Allen
:D :D :D Sumpah ih baru baca satu kalimat langsung baper. Abis ngajakin putus gitu. Trus aku langsung sedih deh. Oke, aku akan bertahan. ini baru satu bab ... masih ada beberapa bab lagi. awas kalo nggak happy ending, aku bakal nangis.
Buah_Kaktus
Aa, Neng ikhlas klo Aa nikah ma sahabat Neng. Mamah Aa pun lbh suka ma Desi karena suka ngirim2 masakan kan? Neng ikhlas Aa, Aa harus patuh ma orang tua... dadah Aa, mdh2n ada keajaiban selanjutnya.. apa kudu Neng kirim2 masakan juga le mamah Aa? 😁😁 Seru Thor, lajut kuy...
Baca Semua Ulasan
HURT

HURT

Kata-kata wanita itu membuatnya penasaran juga. “Siapa ilustatornya?” celetuk Marcel, cover desainer Sirius. Ia merupakan karyawan termuda di perusahaan. Usianya baru sembilan belas tahun dan ia seorang blasteran Korea-Inggris. Ketua Tim Baek perlahan mengarahkan pandangannya pada Ae Ri. Semua orang mengikuti arah pandang wanita itu. Ae Ri sendiri langsung kebingungan mendapat tatapan tajam dari seniornya itu.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai hanté
Baca
+Pustaka
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga #Tetangga_tak_tahu_kami_kaya Pov Bu Bondan 2 Begitu mereka pindah yang pertama aku tergiur adalah koleksi bunga si Yanti. Halamannya yang luas ditumbuhi beragam bunga. Apalagi ada beberapa keladi yang lagi booming. Kucoba meminta secara baik-baik. Si Yanti justru tak mau memberikan. Dasar pelit, sudah mau ditinggal pun tak dikasih juga.
1041.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai hanté
Baca
+Pustaka
HANCUR BERSAMA SELINGKUHAN

HANCUR BERSAMA SELINGKUHAN

Narendra makin tak sabar dengan keterangan Bik Marni yang terbata-bata. “Saya nggak tahu, Pak. Saya nggak kenal. Itu ... mereka itu laki laki yang badannya tinggi tinggi dan besar besar dan tangannya ditato gitu.” Bik Marni makin menciut saat Narendra menendang kursi di dekatnya karena mendengar penjelasannya barusan. “Brengs*k!” umpat lelaki itu. “Tenang dulu ya, Pak. Tenang dulu. Bapak mau saya bikinkan kopi?” tawar Bik Marni setelah melihat Narendra sedikit tenang dari nafasnya yang memburu.
1044.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai hanté
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status