WANITA PENAKLUK SAMUDRA
"Dia... dia bersamamu."
Mala hanya mengangguk pelan. Ya, dia bersamaku. Setiap napas air adalah dia. Setiap gelombang adalah sentuhannya. Ia menatap ke laut lepas, ke cakrawala yang kini membentang luas, bebas dari uap hitam Houtman.
"Harganya... sangat besar," Mala akhirnya berkata, suaranya pelan, seperti bisikan ombak. "Tapi Houtman tidak akan kembali. Racunnya sudah diserap lautan."