Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Rumah Tanggaku Masih Di Setir Oleh Mertua

Ketika Rumah Tanggaku Masih Di Setir Oleh Mertua

'Cause you brought out the best of me A part of me I'd never seen You took my soul wiped it clean Our love was made for movie screens Tidak bisa tidak, Adit tersenyum saat mendengarkan liriknya, lagu itu seolah mewakili perasaan cintanya untuk Rani. Rani benar-benar telah membuat Adit menjadi the best version of Adit, yang bahkan dia sendiri tidak tahu dia bisa seperti itu, apalagi ada si kecil Tasya yang sangat lucu.
1013.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai hati sang bidadari
Baca
+Pustaka
BIDADARI YANG HILANG

BIDADARI YANG HILANG

kataku walau memang rasanya sedikit terlalu asin. "Ih! Bohong! Ini asin, loh," katanya sambil cekikikan. Entah kenapa lucu sekali! Pantas saja dia sangat awet muda. Apa-apa selalu tersenyum. Sedikit-sedikit selalu tertawa. "Sayang, kalau masakan asin itu tandanya yang masak kebelet nikah," godaku yang membuat Allea semakin tertawa. "Aduh, aduh! Mas Arga! Tahan! Jangan sosor-sosor!" Kami terkejut saat Bibi Herni menegur.
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai hati sang bidadari
Baca
+Pustaka
Mengembalikan Senyum Bidadari

Mengembalikan Senyum Bidadari

“Chika, enggak baik begitu. Kamu jangan sombong dengan membuang makanan.” “Sama aja, kan, Bu. Mau gue makan atau gue buang, yang penting roti ini laku. Ibu dapat uang dan si dekil ini dapat untung.” Tunjuknya pada Zea. “Lagi pula, dagangannya itu enggak layak makan. Kumal dan menjijikkan, sama dengan orangnya.” Sarah dan Nisa, teman sekelas Zea menghampiri. “Chika, lo jangan begitu. Jangan karena lo anak orang kaya, lalu seenaknya merendahkan Zea.”
10168.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai hati sang bidadari
Baca
+Pustaka
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

Happy Reading ***** "Hati-hati kalau makan, Mas. Keselek gini kan sakit." Jelita berdiri dan mengelus punggung Mahesa. Hati si lelaki menghangat. Andai Jelita mau menerima cintanya pasti dia orang yang paling bahagia. "Sudah ... sudah. Kayak anak kecil saja. Aku nggak bakal mati cuma karena kesedak." Mahesa mengibaskan tangan Jelita dari punggungnya. Merutuki dirinya sendiri saat melihat kekecewaan di wajah gadisnya.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai hati sang bidadari
Baca
+Pustaka
KERIS MAN

KERIS MAN

Kilauan dan gemerlepan cahaya masih sedikit mengitarinya. Sang Bidadari tersenyum dan menyapa para penduduk tanpa berkata-kata. Segenap warga pun menunduk dan memberi hormat. Begitu juga dengan Chantrea dan Chanthou yang menunduk dan memberi hormat. Tatap matanya berbinar senang. "Kemarilah, Anak-anakku!" panggil Charaya dengan suara lembut dan begitu manis. Kedua gadis itu naik ke teras dan dipeluk oleh ibunya. Jidat dan ubun-ubun kepala dicium hangat. "Kami kangen ibunda!" ratap mereka.
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai hati sang bidadari
Baca
+Pustaka
LUKA TAK BERDARAH

LUKA TAK BERDARAH

Dalam kesendirian ini hati sang bidadari Tak lagi baik-baik saja Hanya rasa galau menyelimuti Ada rindu di hati yang dirasakannya Hanya boneka hello kitty ini sebagai obatnya Penawar kerinduan di hati Walau tak seutuhnya rindu di hati terobati Tapi sudah cukup senang aku merasakannya Terima kasih untuk semuanya Wahai sahabat terbaikku Lelaki yang diam-diam aku cintai Pujaan hatiku
96.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai hati sang bidadari
Baca
+Pustaka
Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

“Tidak ada yang berubah. Tidak Danu, tidak Riana, tidak Dirga, tidak ada satu pun hantu dari masa lalu yang boleh merusak hari kita. Besok. Kita tetap menikah.” Pagi datang membawa cahaya yang seolah ingin menghapus semua bayangan kelam dari malam sebelumnya. Di kamar Lestari yang sederhana, suasana terasa sibuk. Bukan oleh perias atau penata rambut, melainkan oleh dua bidadari kecil yang berlarian dengan pita di tangan. “Ibu Lestari, rambutnya digerai saja!” seru Lintang, memegang sisir seolah itu adalah tongkat sihir. “Biar seperti putri di dongeng.”
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai hati sang bidadari
Baca
+Pustaka
Jodoh Malaikat Pelindung

Jodoh Malaikat Pelindung

mata Sasa berbinar, kali ini ia sempatkan menatap wajah suaminya. "Boleh aja," balas Badai tanpa keraguan. "Yash!" Sasa tertawa puas, "makan tuh para hatters-ku!" sumpah serapahnya, begitu bahagia. Lantas dipeluknya lengan kanan Badai erat, penuh rasa syukur. *** -I'm coming home, I'm coming home, tell the world I'm coming home. Let the rain wash away all the pain of yesterday, I know my kingdom awaits and they've forgiven my mistakes- "Skylar Grey_Coming Home"
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai hati sang bidadari
Baca
+Pustaka
Selir Hati Tuan Muda

Selir Hati Tuan Muda

ucap Gendis dengan hati tercabik-cabik. ***
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 485 kali sebagai hati sang bidadari
Baca
+Pustaka
Sang Dewi

Sang Dewi

Nyi Alam Kasuyatiansang dewiDewidewidewa/dewi
"Nyonya!" Pun Larasati mengalihkan perhatian pada anak tersebut. "Maylano.” "Akhirnya, Nyonya bangun juga,” ucap Maylano yang penuh syukur. *** "Bidadari patah hati, sungguh terlihat sangat menyedihkan dibanding kami para manusia," kata Li Jing yang berdiri bersama Larasati di ruang tengah. Sementara itu, dengan posisi bersedekap sembari memandangi bulan, Larasati yang berdiri membelakanginya menyahut. "Apa kau sedang mengejekku?”
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai hati sang bidadari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status