You Are Mine
"Gue udah ditepis kayak gini sama Naja. Udah nggak ada harganya di mata dia. Udah kotor, tercemar dengan bakteri-bakteri di meja."
"Sumpah ya lo lebay banget! Kalau Naja menganalogikan lo seperti kentang ini nih, maka seenggaknya, diri lo sendiri, nggak boleh berpikir begitu, Na," terang Litta. "Mungkin Naja bisa berpikir begitu, ya udah biarin. Lo cuma perlu ketemu sama laki-laki yang bisa menghargai lo. Lagian perasaan orang bisa berubah. Siapa yang tau kalau Naja sudah suka sama lo cuma dia aja yang denial? Ingat ya kata Haji Rhoma Irama, kalau sudah tiada baru terasa." Litta menggebrak mejanya karena terbawa emosi.
"Bukan lebay. Gue cu—"
الفصول الرائجة