Cinta Untuk Sang Pendosa
“Semua masalah akan berakhir secepatnya, lebih baik aku mati saja, aku tidak berguna, tidak ada yang menginginkanku, semuanya jijik padaku, aku harap aku mati, aku benci hidupku!”
Sekar gelisah tak menentu, ia bicara tak menentu. Kentara sekali jika dia sebenarnya tidak bisa mengendalikan diri.
“Namamu Sekar. Benar?” Gilang akhirnya mulai berbicara dengan nada rendah namun jelas.
Sekar tak menjawab.
“Maukah kau bicara denganku. Kita berdua saja?”
Semua orang di rumah tersebut berbalik melihat Gilang. Sekar menggeleng beberapa kali. “Aku ingin mati!” ia menangis lagi.
ตอนยอดนิยม