Istri Rahasia untuk Kakak Ipar
Baru beberapa menit mobil melaju membelah jalanan kota, suara berat Dewantara kembali memecah keheningan dari kursi belakang.
"Maya, hubungi sekretaris atau pihak hotel sekarang," perintah Dewantara datar, namun tak bantah.
Maya menoleh ke belakang. "Iya, Mas? Ada yang perlu dipesan?"
"Pesan tiga kamar di hotel terdekat dari area pusat kota ini. Kita tidak jadi kembali ke Jakarta malam ini. Kita menginap di Yogyakarta untuk beberapa hari ke depan," ujar Dewantara, matanya menatap lurus ke luar jendela, memperhatikan setiap sudut jalanan seolah mencari jejak yang hilang.