Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Anomali Dunia Darma

Anomali Dunia Darma

Sri berteriak, lepaskan aku yang tentunya tidak dihiraukan oleh Bara. Melodi ambruk ke tanah dan menangis. Sahabatnya Innana datang dan merangkulnya bersama tetesan hujan yang semakin deras. Kedua mataku berkeliaran mencari seseorang yang menulis sandiwara berdarah ini. Dimana Pak Darma, sambil terus menjelajahi lapangan. Semua orang berlarian mencari tempat menghindari air hujan. Maksudku mereka mengindari air hujan yang menggenang di lapangan. Genangannya berubah berwarna merah, darah kental dari lubang di bagian tubuh teman-teman tak bernyawa, ralut bercampur dengan air hujan.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai hujan darah
Baca
+Pustaka
Semakin Red Flag Semakin Cinta

Semakin Red Flag Semakin Cinta

Ale segera menghampiri dan mengejar dengan pertanyaan. “Tante, gimana keadaan Rain? Rain baik-baik aja kan?” “Rain masih belum sadar. Dia kehilangan banyak darah dan saat ini butuh donor darah,” jawab Kanayya dengan lesu. “Golongan darah Rain apa, Tante?” “Golongannya O.” “Saya B. Apa bisa mendonorkan darah saya untuk Rain?” ”Sayangnya nggak bisa, Le. Golongan darah O hanya bisa menerima dari pendonor golongan yang sama.”
920.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 635 kali sebagai hujan darah
Baca
+Pustaka
Kakakku Suamiku

Kakakku Suamiku

𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪 𝓜𝓮𝓻𝓪𝓱mama kakakkata-kata suamikuitil kakakkakak aku
hanya suara lirih itu yang tersisa dari tenggorokannya. Hujan datang bergerombolan, menyaksikan tragisnya malam berdarah itu. Dalam pekat hujan terlihat tangan yang berusaha menggapi, lemah dan begitu pucat. Hingga mungkin tak sanggup menggapai dan semua menjadi gelap baginya. **
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 719 kali sebagai hujan darah
Baca
+Pustaka
Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang

Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang

Darah mengucur deras dan terlihat begitu mengerikan! “S*alan!” Pria berjubah hitam menggertakkan giginya, memukul dadanya dengan tetapak tangan kanan dan menyemburkan sejumah besar darah segar! Darah itu berubah menjadi kabut merah darah yang menyebar dan menyelimuti ruang di sekitar! “Gawat, ini adalah Kabut Iblis Darah!” Wajah cantik Lusi pucat pasi, tubuhnya gemetaran dan tampak sangat ketakutan!
9.1805.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20.9K kali sebagai hujan darah
Tampilkan Ulasan (84)
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa
Hai, semua. Bila kalian berkenan silahkan baca buku saya. Judulnya “Sang Menantu Terkuat”. Nama pena Kaisar Dewa. Bercerai tentang seorang menantu laki-laki mantan dewa perang yang diselingkuhi dan diceraikan oleh istrinya.  Terimakasih banyak ...️ ...️ ...️ 
Sidartha Tung
Penulisnya seperti ganti orang. Sejak bab 1157 ceritanya mulai ngaco dan semakin kesini semakin ngaco. Alur cerita ngaco ga nyambung, power level ngaco pula. Makin dibaca makin bad mood jadinya. Penulis baru goblok, minimal baca dulu cerita sebelnya yg lengkap biar nyambung bikin ceritanya, OON!!
Baca Semua Ulasan
PELUKAN BERDARAH

PELUKAN BERDARAH

Hujan turun deras, seperti ikut meratapi tragedi malam itu. Ia kini sendirian. Tak punya siapa-siapa di dunia ini. Tak ada rumah, tak ada keluarga, hanya luka yang terlalu dalam untuk dijelaskan. Tubuhnya gemetar. Ia tak tahu harus ke mana. Tiba-tiba Wiuu… wiuu… Suara sirene ambulans dan damkar menembus hujan, memasuki halaman rumah.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai hujan darah
Baca
+Pustaka
Project Darah Malaikat

Project Darah Malaikat

Karbondioksida yang keluar dari lubang hidung ini terasa hangat di balik masker ini. Aku merasa makin jatuh terperosok dalam kegiatan hitam sebuah laboratorium terselubung. “Apa itu inti dari project Darah Malaikat?” tanyaku pelan. Daffar mengangguk. “Yap! Benar sekali. Darah Malaikat hanya penamaan untuk darah yang tak bereaksi itu. Tapi, tujuannya adalah menemukan pemilik darah itu,” jawabnya dengan ... antusias.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai hujan darah
Baca
+Pustaka
LUKA TAK BERDARAH

LUKA TAK BERDARAH

Tak seharusnya aku kecewa Saat melihatmu bahagia bersamanya Ini yang dinamakan luka tapi tak berdarah Hanya menyisakan sedih yang tak berujung Tangis yang tertahan dalam hati Maafkan aku yang terlalu mencintaimu Maafkan aku yang terlalu menyayangimu Tapi bukan sebagai sahabat Itulah perasaan hati Cindy saat ini, yang perlahan-lahan merasa tak rela bila sahabat yang dicintai dan disayanginya itu menjadi milik cewek lain. ***
96.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai hujan darah
Baca
+Pustaka
MENARI BERSAMA HUJAN

MENARI BERSAMA HUJAN

Rintik hujan menemani perjalanan Al menuju kantor nya, Sejenak ia memikirkan Rindiani di Surabaya tapi buru buru ia tepis pikiran itu karena tidak ingin terbebani kembali dengan perasaan yang sampai saat ini membuat nya sulit untuk jatuh cinta Pagi ini bersama rintik hujan yang kian deras, Mobil Audi R8 berwarna silver yang di kendarai oleh Al telah sampai di Perusahaan yang ia pimpin selama ini
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai hujan darah
Baca
+Pustaka
Di Balik Hujan

Di Balik Hujan

“Yah sudah, tunggu apalagi? Ayo kita … mandi hujaaan ….” Saat itu, pertama kalinya aku keluar dari rumah dan merasakan, bagaimana rasanya, ditimpa air yang jatuh dari langit dengan jumlah yang sangat banyak. Begitulah yang tergambar di benakku, ketika pertama kalinya melihat hujan. Pikirku, rasanya akan terasa sakit. Tapi? Hmm … dingin? Basah? Ya, rasanya aneh, tapi seru, hahaha. ***
108.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai hujan darah
Baca
+Pustaka
Dosa dalam Cinta

Dosa dalam Cinta

Di detik itu, dunia menahan napas—dan kegelapan menyelimuti segalanya. Hujan mengguyur Batavia dengan deras, membasahi tanah yang retak, menyapu darah yang belum sempat mengering, dan meredam jeritan yang tersisa di malam yang seakan tak berujung. Di antara kabut tebal yang menggulung rendah, Satrio berdiri terpaku, tubuhnya gemetar basah kuyup, napasnya terputus-putus, dadanya sesak oleh rasa bersalah dan ketidakpastian. Tangannya menempel di batu puing, gemetar, seolah berharap bisa mencengkeram kenyataan yang terus merenggang dari genggamannya. Di pikirannya, kata-kata itu berputar seperti kutukan yang tak mau berhenti: Darahmu... telah memilih jalannya... dan waktu... sudah habis...
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai hujan darah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status