Dosa dalam Cinta
Di detik itu, dunia menahan napas—dan kegelapan menyelimuti segalanya.
Hujan mengguyur Batavia dengan deras, membasahi tanah yang retak, menyapu darah yang belum sempat mengering, dan meredam jeritan yang tersisa di malam yang seakan tak berujung. Di antara kabut tebal yang menggulung rendah, Satrio berdiri terpaku, tubuhnya gemetar basah kuyup, napasnya terputus-putus, dadanya sesak oleh rasa bersalah dan ketidakpastian. Tangannya menempel di batu puing, gemetar, seolah berharap bisa mencengkeram kenyataan yang terus merenggang dari genggamannya. Di pikirannya, kata-kata itu berputar seperti kutukan yang tak mau berhenti: Darahmu... telah memilih jalannya... dan waktu... sudah habis...
Bab Populer