Dosa Beraroma Oud
Dengan gerakan tangkas bagai predator, pria itu mengurung tubuh Amira, menumpukan kedua lengannya di sisi kepala sang wanita.
"Gila?" Malik mengulang kata itu, lidahnya mengecap setiap silabel seolah itu adalah anggur termahal. Ia menunduk, menempelkan keningnya pada kening Amira yang dingin. "Dunia bawah tanah Beirut memanggilku dengan sebutan yang jauh lebih buruk dari itu, Habibti. Tapi ya, aku gila. Aku gila sejak malam pertama Zayn membawamu ke pertemuan klan lima tahun lalu. Aku melihat bagaimana bajingan itu mengabaikanmu, sementara aku rela membakar seisi kota ini hanya untuk melihatmu tersenyum."
Bab Populer