Tolong Perlahan, Dokter Nate!
tanyanya lirih, jujur, dan polos.
Nathan menghela napas sambil menatapnya. “Ariel.”
“H-hm?”
“Bagaimana kalau kita… mengikuti insting saja?”
Ariel membelalakkan mata. “I-insting?”
“Ya,” jawab Nathan pelan, hampir berbisik. “Kita lakukan berdasarkan insting. Jangan terlalu dipikirkan. Kalau terlalu dipikirkan, kau akan kaku. Biarkan tubuhmu memutuskan. Percayalah, itu membuat adegannya lebih natural.”