Gairah Sopir dan Majikan
Ia tahu, malam ini adalah akhir dari riak-riak kecil Lentera Trans dan awal dari pembersihan besar-besaran.
Larasati jatuh terduduk, belati emasnya terlepas dan berdenting di atas beton, menatap Arya dengan tatapan yang sangat haus akan pengampunan. Arya tidak menoleh, ia justru menyambar brankas hitam dari tangan Brian dan melangkah keluar menuju dermaga yang mulai terang oleh fajar.
"Brian, amankan Ibu. Bawa dia ke paviliun Jogja, jangan biarkan dia keluar sampai aku yang jemput," perintah Arya sembari merapikan jasnya yang sudah compang-camping.