Jerat Tuan Pebinor
jeritku, tapi suamiku itu sama sekali tak melirik.
Nara memutar wajahnya menghadapku dan tersenyum jahat. Matanya tajam dan bibir sialan itu dia buka untuk berkata, "Hai, Nara, kenapa kau berusaha sangat keras? Nikmati saja waktumu. Akan kuberikan kau waktu meminjam Jacky," katanya, seakan aku adalah perempuan liar seperti dirinya. "Jacky itu sangat hebat di ranjang, Nara. Hanya usianya yang tua, dia bisa memberimu kepuasan yang tak akan kau dapatkan dari Arsen."
Hot Chapters