Bukan Pernikahan Biasa
"Oke, kujemput habis Salat Magrib.
Mungkin ini kesempatan untuk membicarakan mengenai pernikahan mereka. Ibunya juga menyarankan agar segera membicarakan tentang hubungan itu.
💦 💦 💦
Setelah seharian berkutat dengan setumpuk pekerjaan, Senja bisa bernapas lega saat jarum jam menunjukkan pukul tiga lebih tiga puluh menit sore. Setengah jam lagi pulang. Gadis itu mengemas mejanya.
Netranya memandang kalender di meja. Dua hari lagi tanggal dua puluh tujuh, dia akan gajian. Senyum terukir di bibirnya yang ranum.
"Hei, ngapain senyum-senyum sendiri!" tegur Nina yang duduk di kursi depannya.
"Nggak ada apa-apa," jawab Senja sambil mengemas pena dan perlengkapan tulis lainnya.
"Seneng ya, mau di
ตอนยอดนิยม