Kejamnya Mulut Suamiku
Ia takut melihat kekecewaan di mata Rina, takut kehilangan wanita yang telah menyelamatkan hidupnya dari kesepian, takut rumah tangga mereka yang baru saja tumbuh indah harus hancur begitu saja.
"Aku janji aku baik-baik saja, Sayang," ucapnya akhirnya, berusaha sekuat tenaga agar suaranya terdengar meyakinkan, meski tangannya mencengkeram tepi meja hingga buku jarinya memutih. "Kamu fokus saja pada rapatmu, ya. Jangan terlalu lelah. Kalau rasa mualnya datang lagi, langsung istirahat dan minum air hangat. Nanti sore aku jemput kamu pulang."
Hot Chapters