Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My Unexpected Husband ( indonesia )

My Unexpected Husband ( indonesia )

Jam sudah menunjukan pukul sebelas siang, ia harus segera bersiap dan pergi ke kantor. Hari ini Liam, akan menemui perwakilan investor-investor yang menjadi salah satu sumber dana dan bentuk kerjasama mereka untuk pembangunan pabrik baru. Sebenarnya Liam cukup berat untuk meninggalkan Joly, hatinya masih sangat rindu kepada wanitanya itu.
9.116.7K viewsOngoingAdded to Library 533 Times as jam 13
Read
+Library
Malam Panas Bersama Tunangan Kakak Angkatku

Malam Panas Bersama Tunangan Kakak Angkatku

Nada sambung terdengar tiga kali. "Ada apa?" Suara di ujung sana terdengar berat dan sedikit serak. "Ini akhir pekan. Kau mengganggu tidurku!" Jade melirik jam di dasbor. Pukul 14:07. "Jane," panggil Jade, "kembalilah ke Suri." Hening sesaat. "Gantikan aku selama satu bulan," lanjut Jade santai, "atau mungkin satu tahun. Aku ingin liburan."
9.761.9K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as jam 13
Read
+Library
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Morning bell are ringing Morning bell are ringing Ding dong ding Ding dong ding Jam weker yang selalu kuletakkan di kepala tempat tidur memberai seluruh ingatanku tentang Papa. Tentang keputusan terberat dan terbesar dalan hidupku. Oh, ooohhh, sekaligus mengingatkanku pada janji dengan Shopia. Andai Doraemon itu nyata, aku ingin menjadi Nobita dan meminta bantuannya untuk melipat waktu. Yeaaahhh, sepertinya lebih baik Cipta Karya Abadi bangkrut total. Well, banyak kan, pengusaha yang sukses setelah mengalami kebangkrutan? Iya, kan? Banyak, kan?
1020.7K viewsCompletedAdded to Library 827 Times as jam 13
Read
+Library
Tiga Belas Bulan Bersama

Tiga Belas Bulan Bersama

Setelan jas abu gelap, rambut disisir rapi dan ekspresi datar seperti patung. “Duduklah!” perintahnya. Tanpa basa-basi, Dia mendorong kertas kontrak yang telah di susun rapi ke arah Sania. “Itu kontraknya. Silahkan kamu baca baik-baik! Tidak ada cinta, tidak boleh mencampuri urusan pribadi, tidak ada hubungan fisik, kecuali keperluan publikasi, dan tidak ada hak waris. Hanya pernikahan administratif. Kamu akan tinggal di rumah saya, ikut dalam acara publik sebagai istri saya, dan setelah tiga belas bulan, kita akan bercerai. Kamu akan mendapatkan imbalan sejumlah uang yang dibayarkan setiap bulan serta biaya pengobatan ayahmu yang sepenuhnya sudah ditanggung.”
661 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as jam 13
Read
+Library
Kak, Kalian Sungguh Kejam

Kak, Kalian Sungguh Kejam

Linda memegang ujung baju Joseph dan berkata dengan sedih, "Kak Joseph, jangan marah. Aku yang payah, malah alergi seafood. Kak Rina pasti nggak sengaja. Kalian jangan salahkan dia!" Ekspresi Joseph berubah seketika. Dia berujar dengan wajah dingin, "Sialan anak itu. Kami terlalu memanjakannya sehingga dia memiliki sifat yang sombong dan arogan."
8.9K viewsCompletedAdded to Library 336 Times as jam 13
Read
+Library
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Jam-jam pertama berjalan padat. Ada koordinasi yang perlu dilakukan, detail yang harus diperhatikan, dan komunikasi yang menuntut kejernihan. Aira merasakan intensitas itu, seperti arus yang sedikit lebih kuat daripada biasanya. Namun ia tidak tenggelam. Ia mengingat cara bernapas yang ia latih selama ini—cara memberi jeda di tengah kesibukan. Menjelang siang, ia mulai merasakan lelah yang berbeda.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as jam 13
Read
+Library
PESONA ISTRI RAHASIA CEO

PESONA ISTRI RAHASIA CEO

Yara tak ikut sebab dia mendadak mual semenjak pulang dari Multazam. Ketiga pria tegap itu pergi, sedangkan nanti malam adalah pergantian tahun. Semua harap-harap cemas dan berdoa agar perjalanan Jazli lancar mencari Istrinya yang hilang di negeri orang. Jamila lantas meminta mbok Darmi membantunya menyiapkan hidangan untuk besan. Tak lupa, sajian bagi jama'ah yang akan mulai berdatangan bada asar nanti hingga istighosah sampai waktu isya.
9.852.4K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as jam 13
Show Reviews (27)
Read
+Library
QIEV
Hai ... Syukron Katsir untuk semua yang sudah support Yara dan Pak Andaru, ya. Semoga kalian sehat selalu dan dilimpahi kelancaran rezeki, aamiin. Jangan lupa, mampir juga di judul lainnya. Yubarikallahu alaik.
Mawar_Melati
terima kasih buat Author yg telah memberikan kisah inspirasi pasangan Andaruu_Yara.. mengangkat Kisah rumah tangga yg sangat kental dgn kajian spiritualnya banyak pembelajaran yg bs d petik dr cerita ini.. sangat rekomended utk d baca... ......
Read All Reviews
JARAK SEJUTA DETIK

JARAK SEJUTA DETIK

ujar Gandha, tampaknya ia baru saja pulang bekerja. “Nunggu Papa aku bisa lumutan di bandara. Chat dan telepon aku aja gak di angkat-angkat!” Amara menggerutu sembari beranjak dari halaman samping. “Hei, Amara. Papa belum selesai bicara!” ucap Gandha. Namun, tetap tak digubris oleh putrinya yang kini menaiki anak tangga menuju kamar. “Sudahlah, Pa. Mungkin dia capek. Namanya baru pulang.” Faris mengusap lembut punggung ayahnya.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 40 Times as jam 13
Read
+Library
Misteri Cinta di Lokasi KKN

Misteri Cinta di Lokasi KKN

kataku sambil melangkah ke kamar. Eits... tunggu dulu, Itu jam dinding benar apa salah? Mati apa jamnya? Tapi jarumnya bergerak, kenapa menunjukkan angka 13.20? Segera kuambil handphone di saku celana untuk mencocokkan, yah... di handphone juga jam 13. 20. Benarkah ini? Ah ... masak sih? Tadi jelas-jelas di jurang kulihat jam 13.15. Gak masuk akal dari air terjun ke mari lima menit, walaupun itu naik motor. Belum lagi berjalan menyusuri hutan, gak masuk akal cuma lima menit. Logikaku benar-benar tidak bisa menerima ini.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 413 Times as jam 13
Read
+Library
TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU

TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU

Jarum panjang ada di angka dua belas, sementara jarum pendeknya tepat di angka sembilan. Seharian ini Amira kecapekan sehingga selepas salat Magrib pun ia ketiduran. Bahkan, mukena berwarna pink dengan motif kembang-kembang itu masih melekat di kepalanya. Amira terduduk. Secara tak sengaja matanya menatap layar handphone yang berpendar. Tangan Amira dengan gesit mengambil benda pipih yang terletak di atas ranjangnya. “Innalilahi … ada apa ini?” Setengah sadar Amira mengucapkan kata tersebut.
1063.6K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as jam 13
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status