Pura-Pura Buta
Wajah mereka penuh ketakutan.
Kuamati penampilan mereka satu persatu, lalu mendesah pelan. "Lain kali kalau ngomongin orang itu, lihat juga situasinya, jangan asal sembarangan, karena pintu yang benda mati saja katanya mempunyai telinga untuk mendengar. Apalagi manusia. Hari ini kalian selamat, nggak tahu kalau nanti. Jangan ulangi lagi, dan kamu," tunjukku kepada perempuan yang make up-nya terlalu menor. "Make up-nya jangan terlalu tebal. Kamu kerja di kantoran, bukan di entertainment, yang dinilai itu kerja dan otak kalian, bukan penampilan. Jangan memakai lipstik terlalu merah begitu," tegurku padanya.